Basic Concept Of CUM

I. BASIC CONCEPT

Agar Akuntansi bermanfaat perlu konsep dasar Akuntansi sebagai disiplin dalam proses tersebut agar :

1. Laporan Akuntansi yang disusun memiliki proses Akuntansi yang dapat dimengerti berbagai pihak     melalui proses interpretasinya.
2. Memberi perlindungan terhadap pemakai laporan Akuntansi terhadap laporan-laporan yang disusun secara tidak jujur.
3. Pemakai yang luas, yaitu Akuntansi Internasional.

Misalnya Window Dressing, penyalahgunaan angka-angka penyelewengan dalam balance sheet yaitu tentang tata letak, misalnya ditemukan dalam etalase-etalase toko dlsb
Juga Sound Bank, Yaitu Bank yang sehat dan dapat hidup dengan baik.

Demikianlah pentingnya mata kuliah Akuntansi di perguruan tinggi, termasuk di STT HKBP Pematangsiantar; agar memakai agenda ini juga.

Klein Glegenheit bis Zeinmahl; No 2nd opportunity
Tidak ada kesempatan baik yang datang berulang dua kali.
Karena itu kita mesti solid; utuh dalam managerial dan audit controlnya dan seorang manager harus mengauasainya.

Pert IV 16 Febr 2006
Konsep dasar Akuntansi Indonesia

1. Kesatuan Akuntansi
Informasi Akuntansi mempunyai hubungan dengan kesatuan atau entitas yang membatasi ruang lingkup kepentingan.
2. Kesinambungan
Entitas ekonomi diasumsikan akan terus menerus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan kecuali bila ada bukti sebaliknya (Contiunity Accountancy).
3. Periodesasi Akuntansi
Gambaran yang lengkap dan tepat mengenai tingkat kesuksesan suatu perusahaan hanya dapat diketahui saat perusahaan tersebut menghentikan usaha. Mencairkan seluruh harta asset menjaid kas; aktivitas ekonomi perusahaan dipecahkan ke dalam periode-periode dan dilihat kemajuannya secara periodik.
Periode Akuntansi biasanya 1 tahunan, 31 deember akhir tahun.
4. Pengukuran Dalam Nilai Uang
Peranan khusus unit moneter sebagai alat pertukaran dalam perekonomian maka Akuntansi keuangan menggunakannya sebagai denominator umum.
Dalam pengukuran aktiva (neraca kolom debet) dan kewajiban pasiva (kredit) perusahaan beserta perubahannya.
5. Harga Pertukaran
Transaksi keuangan harus dicatat sebesar “harga pertukaran”. Jumlah uang yang harus diterima atau dibayarkan untuk transaksi tersebut.
6. Penetapan Beban dan Pendapatan
Penentuan lama periodik dari posisi keuangan ditentukan berdasar metode “actualizing” berkaitan dengan pengukuran aktiva dan pasiva serta perubahan-perubahannya pada saat terjadinya. Bukan hanya sekedar pencatatan uang masuk dan keluar (accrual based).

Contoh :

Perusahaan menyewakan sebuah flat kepada orang selama 5 tahun sebesar Rp. 12.000.000,- per 16 Febr 2006
Maka tutup buku per- 31 Desember 2006 dibayarkan adalah 16 Febr- 31 Des = 10 bulan.
Maka 5 tahun = 60 bulan; 12 juta / 60 bulan = 200.000,-/ bulan. Sewa flat dilaporkan pada akhir tahun
Maka 10 bulan = 10X 200.000 = 2.000.000,- per 31 Desember 2006.

PRINSIP AKUNTANSI

Aturan main yang dapat diterima secara umum sebagai juklak Akuntansi sehari-hari pada berbagai masa, pilihan prosuder Akuntansi yang sesuai dengan kegiatan usaha ybs.
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) memiliki 5 prinsip Akuntansi :

1. Prinsip Laporan Keuangan
Laporan tersebut disusun sesuai prinsip Akuntansi di Indonesia yang berisi 10 fasal :

1. Pengertian Laporan Keuangan
2. Neraca
3. Perhitungan Laba dan Rugi
4. Perubahan Posisi Keuangan
5. Catatan Atas Laporan Keuangan
6. Perubahan Akuntansi
7. Akuntansi untuk Transaksi dan Pembangunan Mata Uang Asing
8. Laporan Keuangan Intern
9. Laporan Keuangan Konsolidasi
10. Penggabungan Badan Usaha.

2. Prinsip Aktiva
Aktiva dinyatakan sedemikian sehingga bila dihubungkan dengan komponen-komponen neraca lain menggambarkab posisi keuangan perusahaan secara layak awal maupun akhir periode tertentu.
3. Prinsip Pendapatan dan Beban
Penjualan, Harga Pokok Penjualan (HPP), Beban Laba dan Rugi wajib diperhitungkan sedemikian rupa agar memberi gambaran yang layak tentang hasil usaha perusahaan untuk periode tertentu.
4. Prinsip Kewajiban
Kewajiban/ Hutang harus dinyatakan sedemikian rupa sehingga bila dihubungkan dengan komponen neraca lainnya akan tergambar posisi keuangan secara layak baik awal maupun akhir periode tertentu.
5. Prinsip Modal
Prinsip Modal sebagai hak milik perusahaan harus dilaporkan sedemikian rupa sehingga memberi informasi tentang sumbernya secara jelas dan disajikan sesuai dengan anggaran dasar yang berlaku.

Ruang Lingkup Akuntansi

CUM adalah financial intermediary between the surplus units fund and the defisite units fund.

1. Akuntansi Umum
Suatu kegiatan di bidang ekonomi yang mengkhususkan diri didalam menyusun neraca dan laporan perhitungan laba-rugi suatu badan usaha, serta mengkoordinasi semua kegiatan Akuntansi yang terjadi pada badan usaha ybs.

2. Akuntansi Biaya
Salah satu cabang Akuntansi yang menangani masalah proses Akuntansi dari biaya baik yang sudah masuk atau yang sedang terjadi pada suatu usaha.
Misalnya, bagaimana proses mengurangi biaya demi efisiensi. Dengan demikian dari usaha efisiensi dihasilkan sesuatu yang efektif, misalnya dengan penggunaan teknologi dlsb.

3. Akuntansi Pemerintahan
Cabang Akuntansi yang mengkhususkan diri dalam proses Akuntansi yang terjadi dalam lembaga pemerintahan.

4. Akuntansi Pajak
Spesialisasi Akuntansi yang mengkhususkan diri pada perhitungan. Proses Akuntansi dan bebagai-bagai pajak yang harus dibayarkan oleh badan usaha.

5. Sistem Akuntansi
Spesialisasi Akuntansi yang mengkhususkan diri dalam penyusunan prosedur tata cara yang diperlukan dalam proses Akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan badan usaha.

6. Pengawasan
Mengkhususkan diri pada Pengawasan Operasional perusahaan melalui mekanisme Akuntansi.

7. Akuntansi Management
Spesialisasi Akuntansi dalam pengambilan keputusan ekonomi dari sistem informasi Akuntansi yang dikembangkan satu badan usaha.

8. Auditing
Spesialisasi Akuntansi dalam proses penilaian kegiatan operasional perusahaan yang dilakukan mandiri dan objektif.

9. Budgeting
Akuntansi spesialisasi dalam bidang penyusunan rencana kerja perusahaan untuk masa yang akan datang dimanifestasikan dalam bentuk kesatuan mata uang yang dipakai perusahaan tsb.

10. Manajemen Informasi Sistem (MIS)
MIS adalah spesialisasi Akuntansi yang mengkhususkan diri dalam bidang pengembangan dan penyusunan sistem informasi dari segala jenis bentuknya; secara sistematis yang berguna bagi management perusahaan dalam proses pengambilan keputusan.

11. Analisa Laporan Keuangan
Spesialisasi Akuntansi yang mengkhususkan diri dalam pelaksanaan interpretasi laporan keuangan perusahaan untuk mengetahui berbagai indikator keuangan yang penting dan berguna untuk proses management dari perusahaan tsb., atau untuk kepentingan phak-pihak yang juga interes terhadap perusahaan tsb.

Transparansi keuangan : untuk memberi kredit layak atau tidak layak..?
Belajar dari kesalahan : sebab orang pasti tidak mungkin memanipulasi kesalahan hanya kebenaran dari orang-orang tertentu yang memanipulasinya.

Pertemuan V tgl 17 Febr 2006
• Mazmur 112,5 “Mujurlah .. sewajarnya”
• Amsal 3,9-10 “Muliakanlah Tuhan .. meluap!”
• Mat 12,7 “Belas kasihanlah bukan persembahan”
• Yer 3,18

Berkat Tuhan tidak habis dimakan, itulah yang dipakai untuk usaha sebagai modal.
Karena itu justu defisit unit- lah kita beruntung dari situ kita sebab CUM menjembatani supaya si kaya tidak berfoya-foya sebagaimana Lazarus dan orang kaya.
Itulah yang kita temui dalam teologi yang holistik Yoh 1,1-4 dimana Allah menjadi manusia seutuhnya tanpa dosa. Ia mengenali kebutuhan-kebutuhan manusia dan berusaha untuk memenuhinya.
Dalam kitab Maleakhi misalnya ada disebutkan perpuluhan; ia membenci perceraian
Itulah yang menjadi tugas kita kini bagai memanusiakan teknologi, bukannya mengkomputerisasi manusia itu.

Pihak-pihak manakah yang berkepentingan dalam Akuntansi :
* Pihak Manajemen Perusahaan Ybs.
1. Dari proses Akuntansi dapat diketahui posisi neraca keuangan pada waktu tertentu serta perkembangan usahanya. Neraca datang dari perhitungan Laba dan Rugi. Dengan demikian juga bermanfaat kepada ybs., yang bertanggungjawab pada pemegang saham, dewan komisaris, karyawan dan masyarakat.
2. Dari neraca biaya dapat diketahui bahwa adanya satu alat yang dipakai untuk membantu dan mendorong terciptanya; dan keberhasilan rencana kerja serta budget yang ditetapkan.
Adanya informasi yang lengkap dan berguna bagi mengambil keputusan dari berbagai alternatif dari pemecahan masalah yang berkaitan dengan biaya.
Menyediakan metode dan prosedur pengawasan biaya dan penurunan cost atau biaya
Menyediakan alat-alat penilaian inventory – stok barang dan kebijaksanaan harga (cost turning overflow) .
Misalnya Akuntansi biaya mempelajari bagaimana menekan biaya seminimum mungkin; misalnya penanganan standar dari 10 rb menjadi 12 rb misalnya.

3. Sebagai alat penghitungan HPP (Harga Pokok Penjualan) dan laba pada periode tertentu .
4. Dari Akuntansi Perpajakan akan dimungkinkan perhitungan kewajiban pajak dengan benar baik PPH (Pajak Pertambahan Nilai) bagi diri, dan perusahaan.
5. Dari Akuntansi Sistem dapat diperoleh prosedur kerja administrasi kerja yang efisien dan efektif. Tata kerja ini memungkinkan pengamanan dan penjagaan harta kekayaan perusahaan. Data informasi administrasi keuangan yang cermat. Serta susunan agar kebijakan yang telah diterapkan Top Manager tetap dapat dipatuhi dalam pelaksanaan sehari-hari.
6. Dari Akuntansi Pengawasan Manajemen dapat diperoleh jasa-jasa sebagai berikut :
-Pengamanan/ penjagaan harta benda kekayaan perusahaan dari data-data Akuntansi yang dibuat secure
-Alat untuk mengukur prestasi kerja usaha yang telah dicapai
-Dipatuhinya kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan Top Management
-Data keuangan Akuntansi yang cermat.
Akuntansi Auditing : saran-saran produktif dan konstruktif sesuai hasilyang telah dilakukan secara objektif dan mandiri atas seluruh administrasi keuangan dari perusahaan ybs.
Misalnya feed back dari luar
Budgeting : Tersedianya alat yang dapat dipakai untuk mempersiapkan, mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanaan rencana kerja dalam rangka sasaran perusahaan.
Alat membandingkan prestasi yang dihasilkan dengan rencana semula ser membri penilaian dan kesimpulan adanya variable tersebut sebagai alat pengawasan perusahaan. Misalnya dalam Rapat Anggaran Belanja

Dari MIS diperoleh manfaat sumber-sumber inspirasi yang dapat dipakai dan tepat waktu sebagai alat pengambil keputusan ekonomi. Alat yang dapat memelihara kewajiban, guna membuat laporan pada pemerintah dan pihak ketiga lainnya. Misalnya melalui BI, label min 14 / bulan ada denda triwulan 10 juta
Alat untuk menilai perubahan-perubahan informasi ekonomi; peraturan-pertaturan pemerintah, perkembangan-perkembangan moneter, dst. Serta menganalisa dan menyimpulkan dampaknya baik positif maupun negatif terhadap perusahaan untuk masa kini dan masa yad .

2. Pemegang Saham (Stockholder)
Stockholder memegang saham yang menanamkan modalnya dalam perusahaan memerlukan informasi :
– Untuk mengetahui apakah sistem yang ada telah memberi perlindungan yang memadai atau kekayaannya atas perusahaan (internal control)
– Apakah sistem Akuntansi yang diterapkan benar dna cerat sehingga laporan-laporan keuangan (financial report) telah tepat dan benar.
– Apakah modal yang ditanamkan dapat berkembang atau tidak dan devident yang diperoleh lebih banyak.
– Dapat meramal masa depan perusahaannya apakah cukup baik sebagai penanam modal.
– Sebagai bahan pemegang saham dalam rapat-nya sehingga dapat memberikan hak suara secara tepat.

3. Karwayan/ Buruh
– Untuk mengetahui perkembangan perusahaan.
– Bahan pertimbangan demi kepentingan untuk masa depan pegawai .

4. Pemerintah
Ini berkaitan dengan dinas pendapatan daerah untuk bisa mengetahui sumber pajak yang diperoleh dar perusahan ybs. Yaitu para pelaku ekonomi : apakah pembayaran telah tepat waktu dilaksanakan .
Apakah gaji telah sesuai dengan gaji buruh (UMR)
Ada hal-hal yang tidak jelas lainnya dalam arti luas sehingga ada hak-hak masyarakat yang dirugikannya. Misalnya apakah limbah itu tidak dibuang sembarangan, adakah beasiswa kepada masyarakat dlsb.

5. Masyarakat
Untuk mengetahui peran dari perusahaan ybs, dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban moralnya sosial kepada masyarakat; dalam arti apakah perusahaan cukupbermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Dengan demikian Akuntansi adalah kebutuhan semua orang dan selain itu perlu guna menetapkan GDP (Growth Domestic Brutto), yaitu Pendapatan Daerah Brutto.

III. Pengertian Fungsi Laporan
Ini diterangkan dalam balance Sheet, Laporan L/R seerta ketergantungan yang dimuat dalam casfflow (arus kas) serta laporan perubahan modal (laba) serta analisa.

1. Balance Sheet (Neraca)
Ini merupakan laporan tentang : – Harta – Hutang – modal serta perubahan pada saat tertentu yang disusun secara sistematis.
Harta dikelompokkan menjadi 2 kelompok utama :
– Harta Lancar
– Harta Tidak Lancar
* Yang termasuk dalam harta lancar ialah Kas Uang (Money); Surat-surat berharga/ Saham-saham’ Obligasi; Deposito dan tabungan di Bank.
Ini disebut sebagai investasi Jangka Pendek.
Piutang Wessel
Piutang Dagang
Persediaan (Inventory) :Persediaan bahan-bahan baku, barang dalam proses barang jadi
Piutang Penghasilan (Piutang bunga bank, sewa)
Beban yang dibayar dimuka ; atau sewa yang dibayar dimuka.

* Harta Tidak Lancar (Fixed Assets)
Harta yang mempunyai masa kegunaan lebih dari satu (1) tahun Akuntansi, atau manfaatnya dapat dinikmati dalam beberapa periode Akuntansi.
Pencairan sebagian uang atau modal diluar pokok usaha perusahaan, misalnya saham, obligasi perusahaan lainnya yang tujuannya untuk memperoleh keuntungan berkelanjutan atau jangka panjang.
_Tangible Fixed Assets (Harta Tetap Berwujud)
Antara lain : Tanah, Gedung bangunan, Mesin-mesin fabrik, kendaraan untuk pengangkutan, ATK
_Inteliigbe Fixed Assets : Harta Tetap Tak Berwujud
Antara lain : Hal Patent, Goodwill (ijin), hal merek dagang dlsb.
_Beban Yang Ditangguhkan
Pengeluaran beban yang punya manfaat dalam jangka panjang sehingga pengeluaran tersebut dibebankan secara bertahap pada periode-periode penggunaannya; termasuk beban-beban penelitian dan beban pemasarannya.
_Harta-harta Lainnya : Bangunan,Tanah yang masih dalam proses penyelesaian.

Hutang/ Kewajiban
Lancar
Jangka Panjang

Hutang Lancar : Kurang dari satu (1) Tahun
Hutang Jangka Panjang : hutang dagang, hutang wessel, hutang biaya, hutang gaji, hutang pajak, Pendapatan diterima dimuka; Bunga/ sewa yang diterima di depan.
Sedangkan hutang jangka panjang (long term liability) yang jatuh tempo atau jangka waktu 1 tahun lebih antara lain: Hutang obligasi (bond payable), hutang hipotek.. rumah yang disewa cicil
Hutang perusahaan yang dijamin dengan agunan berupa tanah, bangunan dlsb.

Modal :
– Setoran Pokok yaitu setoran pemilik sebagai pokok
– Hasil laba bersih
– Laporan Laba Rugi L/R
Laporan yang disusun sistematis tentang penghasilan dan beban-beban baik dari usaha pokok maupun usaha lain disamping usaha poko tersebut.
– Laporan Perubahan Modal.

Dalam perusahaan perseorangan, modal pemilik pada awal periode akan berubah sebagai akibat adanya laba perushaan atau berkurang karena rugi dan juga karena prepaid pemilik dalam periode tertentu.
After Tax
Next Profit; ini menggambarkan laba bersih.
Jadi dengan demikian Laba Kotor adalah pendapatan sebelum Pajak; before tax

Perhitungan L/R
– Pendapatan Rp. ………
– Pengeluran/ Kewajiban Rp. ……….
Laba Kotor (before tax) Rp. ……….
Kemudian dikurangi biaya personalia Rp. ………..
Sehingga dapatlah net profit/ profit after tax Rp. ………..

Perubahan Modal
– Modal Awal Rp. ………..
– Profit before Tax Rp. ………..
Rp. ………..

Preview

Pengelompokan Transaksi dan Perkiraan
Dalam praktek transaksi-transaksi terjadi dalam perubahan selama suatu periode tertentu yang terdiri dari ragam transaksi :
– Pembelian barang
– Pembelian perlengkapan
– Pembayaran hutang
– Penjualan barang
– Penerimaan tagihan/ Piutang
– Pembayaran gaji dlsb.
– Pendapatan-pendapatan lainnya.

Pengelompokan transasi-transaksi sejenis dilakukan agar lebih mudah dalam pencatatannya dalam satu daftar khusus yaitu rekening perkiraan account.

PEMBAGIAN DIVIDEN DALAM CUM HKBP
Dividen dari Credit Union Modifikasi HKBP diserakan sepenuhnya otonom pada lembaga ybs dengan ketentuan bahwa apa yang menjadi tanggung jawabnya adalah dalam 2 kor 8, 15 yang menyimpan lebih memberikannya kepada yang kurang dan yang kekurangan dapat terbantu dengan kelebihan itu.
Karena itu penerima dividen dalam CUM adalah : Sebab dividen adalah Sisa Hasil Usaha (SHU) maka diharapkan bahwa dividen pada prinsipnya merupakan pembagian yang diwajibkan diberikan sebagai santunan dan bantuan ala kadar kepada pihak-pihak yang telah ditetapkan sesuai AD/ART.
Misalnya dalam CUM maka 50% adalah dividen yang dibagi atas kebutuhan kelangsungan hidup CUM : Selebihnya 50% lainnya adalah dana yang dibagikan kepada anggota dengan nota bene 20% dipindahbukukan kepada masing-masing anngota dengan perincian :
– 20% adalah SHU berdasar simpanan
– 80% adalah SHU berdasar pinjaman anggota. Logikanya gampang, sebab dengan pinjaman yang dilakukan oleh anggota maka ybs otomatis lebih berperan dalam memberikan sumbangan/ pemasukan kepada operasional CUM itu sendiri. Sedang pinjaman pada dasarnya adalah saham anggota yang jasanya mesti dibayarkan oleh CUM kepada ybs.

Penerima SHU/ Dividen adalah :
Anggota
managerial
Pengurus
Dana-dana ketetapan dalam AD/ART
Gereja
Lembaga Sosial
Departemen Diakonia HKBP Hatopan
Lembaga Pemersatu
dlsb.

Artikel Kompas :
KUR dan Pemerintah

Advertisements

3 comments

  1. Pembagian SHU CUM SEjahtera HKBP Immanuel Dumai – Riau
    1. 15 % Deviden Untuk Anggota
    2. 85 % Dialokasikan dgn rincian :
    a. 30 % Dana Risk / Cadangan
    b. 5 % Dana Sosial
    c. 2,5 % Pusat HKBP
    d. 2,5 % Bakoorpus CUM
    e. 2,5 % Distrik
    f. 7,5 % Ressort
    g. 7,5 % Huria
    h. 15 % Insentif
    i. 12,5 % Perawatan Kantor.
    Motto : Sejahtera masyarakat, Sejahtera Gereja.

  2. Hello Web Admin, I noticed that your On-Page SEO is is missing a few factors, for one you do not use all three H tags in your post, also I notice that you are not using bold or italics properly in your SEO optimization. On-Page SEO means more now than ever since the new Google update: Panda. No longer are backlinks and simply pinging or sending out a RSS feed the key to getting Google PageRank or Alexa Rankings, You now NEED On-Page SEO. So what is good On-Page SEO?First your keyword must appear in the title.Then it must appear in the URL.You have to optimize your keyword and make sure that it has a nice keyword density of 3-5% in your article with relevant LSI (Latent Semantic Indexing). Then you should spread all H1,H2,H3 tags in your article.Your Keyword should appear in your first paragraph and in the last sentence of the page. You should have relevant usage of Bold and italics of your keyword.There should be one internal link to a page on your blog and you should have one image with an alt tag that has your keyword….wait there’s even more Now what if i told you there was a simple WordPress plugin that does all the On-Page SEO, and automatically for you? That’s right AUTOMATICALLY, just watch this 4minute video for more information at. WordPress Seo Plugin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s