2 Anak Dalam Perumpamaan Matius 21, 23-32

Mengapa selalu ada dua anak dalam perumpamaan Tuhan Yesus !?
Misalnya, tentang anak yang hilang yaitu tentang seorang bapa yang memiliki dua anak. Yang satu si sulung selalu berusaha melakukan apa yang dikatakan oleh bapanya. Sedang anak yang kedua, si bungsu alih-alih membantu ayahnya, dia menghina ayahnya itu dengan meminta hak warisan pada bapanya itu], saat dia masih hidup.
Kedua anak adalah gambaran nuklir dari hubungan antara Tuhan Allah dengan anak-anak-Nya di dunia ini. Yang satu menjadi “anak sulung” berusaha untuk melakukan taurat, dan semua aturan serta perintah ayah; sedang anak kedua “si bungsu” lari dan membawa harta warisan dan memfoya-foyakannya di negeri yang jauh sebelum dia akhirnya menjadi insyaf dan kembali kepada bapa yang baik dan pengampun itu. Ini kita baca dalam Injil Lukas fasal 15.
Sekarang dalam perumpamaan yang termasuk salah satu perumpamaan yang paling pendek ini – menggambarkan adanya dua anak. Yang satu, saat dia mendengar perintah bapanya, dia mengatakan “yes!”, tapi tidak melakukan apa yang diiyakannya. Sedang anak kedua, pada awalnya dia mengatakan “tidak mau!” “Nggak mau!” tapi akhirnya dia mulai berfikir-fikir, dan dia merasa tidak pantas untuk menolak apa yang diminta ayahnya, dan akhirnya dia melakukan apa yang diperintahkan oleh Bapa. Ini direkam dalam Matius 21, 23-32.
Jadi mengapa selalu dua anak !? Ya, mengapa tidak tiga atau banyak anak. Ini adalah cara Tuhan menggambarkan kerajaan Allah supaya mudah dimengerti oleh pendengarnya. Dia tidak ingin pendengar dan orang yang percaya kepada Dia menjadi keliru dan tidak fokus dengan pesan yang ingin disampaikannya. Dia ingin berbicara se-hitam putih pengertian manusia, yang terbatas akan akal budinya.

Ada perbedaan narasi ini dalam King James Version [KJV] dengan Bahasa Indonesia [LAI] :
kjvindo

=======Rabu, 12 Juni 2015======= ORang yang berserah kepada Tuhan tidak akan capek dengan sendirinya dan itulah 2 anak dalam perumpamaan Tuhan Yesus Kenapakah Ini Bisa Dan Juga Seterusnya Bisa Mengapa Apakah Karena Memang Ini adalah (Mazmur 122, 2) Misalnya, tentang anak yang hilang yaitu tentang seorang bapa yang memiliki dua anak. Yang satu si sulung selalu berusaha melakukan apa yang dikatakan oleh bapanya. Sedang anak yang kedua, si bungsu alih-alih membantu ayahnya, dia menghina ayahnya itu dengan meminta hak warisan pada bapanya ituMisalnya, tentang anak yang hilang yaitu tentang seorang bapa yang memiliki dua anak. Yang satu si sulung selalu berusaha melakukan apa yang dikatakan oleh bapanya. Sedang anak yang kedua, si bungsu alih-alih membantu ayahnya, dia menghina ayahnya itu dengan meminta hak warisan pada bapanya ituMisalnya, tentang anak yang hilang yaitu tentang seorang bapa yang memiliki dua anak. Yang satu si sulung selalu berusaha melakukan apa yang dikatakan oleh bapanya. Sedang anak yang kedua, si bungsu alih-alih membantu ayahnya, dia menghina ayahnya itu dengan meminta hak warisan pada bapanya itu==========================================================

Android3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s