todays: Pujilah Tuhan, hai segala bangsa ! [Mzm. 117, 1]

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa ! [Mazmur 117, 1]

Sebagai makhluk pemuji kita tentu sadar bahwa salah bagian dari diri kita adalah memuji, memberikan pujian atau mengadakan pujian. Saya katakan meng-ada-kan pujian, berarti bahwa ada pujian yang keluar dari diri kita sendiri.
Jadi bukan hanya semacam ritus-ritus yang sudah sering dan hafal kita jalankan, tetapi sesuatu yang sifatnya lebih pribadi. Pujian kita sebenarnya lebih dari liturgi yang kita ikuti dalam sebuah kebaktian atau persekutuan, tetapi sifatnya bottom of heart.
Pdt Rick Warren dalam bukunya Purpose Driven Life mengutarakan satu hal yang penting dari kita sebagai pengikut Tuhan Yesus Kristus adalah memuji Dia secara otentik. Sebab kita dicipta sebagai pribadi yang otentik – kita tidak ada duanya di dunia ini, bukan !? – maka Tuhan juga menginginkan kita memuji Dia dengan kekhasan atau keotentikan diri kita.
Itu saya kira sangat penting : menghadirkan pribadi otentik di hadapan Tuhan. Sebab memang, kalau tidak otentik, tidak asli atau tulen, itu pribadi yang dibuat-buat. Lalu pujian kita kerap hanya semacam doa-doa hafalan atau nyanyian dan ritus yang sudah biasa sekali kita lakukan.
Adakah buku panduan untuk itu !? Tak ada buku lain, selain kitab suci yang sudah diberikan kepada kita. Itulah sebabnya pemazmur mengatakan, “Pujilah Tuhan hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!” [Mazmur 103, 1].
Selamat memuji Tuhan dengan aseli..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s