todays: Mengenal Kasih Karunia Tuhan [2 Kor. 8, 9]

“Kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya”[2 Korintus 8, 9]

Hari-hari ini saya merasa saya diberkati Tuhan karena bertemu dengan anak-anak, atau orang yang kiranya menjadi tiang bangsa ini.
Semangat orang-orang muda saya lihat dari perjumpaan saya dengan beberapa anak warga gereja kita yang pada hari-hari ini akan mengikuti ujian-ujian di berbagai perguruan dan akademi.
Pagi-pagi ini ada yang bilang ke saya, “Saya masih anak-anak pak!” Mungkin dia sungkan mengatakan, Tahu tidak! Saya ini masih muda sekali!
Sampai-sampai anak saya baru umur 5 tahun bilan, Kok abang itu bilang masih anak-anak!? Dia kan sudah besar! Sudah kuliah! Mungkin karena fikirnya, mereka yang sudah besar, sudah gede seperti itu ya, bukan anak-anak! Anak-anak itu, ya budak-budak, seperti kata film animasi Malasya Ipin dan Upin. Yah, itulah anak-anak.
Tetapi itu selalu mengingatkan saya bahwa anak-anak kecil, budak-budak yang kita kira tidak tahu dan tidak bisa apa-apa itu saya percaya mereka memiliki potensi yang sangat besar di dalamnya.
Saya membayangkan bahwa di dalam anak-anak kecil itu, yang tangannya kecil, kakinya masih kecil, ngomongnya pun belum jelas tetapi sudahlah kita melihat adanya potensi besar di dirinya; di masa depan apa yang akan dia lakukan dan mampu kerjakan.
Ini membuat kita kagum atas penciptaan Tuhan kepada manusia. Maka dia menanamkan segala sesuatu yang perlu bagi pertumbuhan anak manusia itu. Dia memberikan kelucuan pada waktu masih kecil sekali, sehingga itu pun cukup menghilangkan lelah dan jerih kita usai bekerja, hanya karena mendengar ocehannya yang tidak jelas.
Namun, apakah tugas kita !?
Ada sebuah cerita dari Chicken Soup for kids yang selalu saya ingat. Ini menjadi ilustrasi yang baik bagi ayah ibu yang menjadi orang tua.
Seorang anak disuruh guru sekolah minggunya menggambarkan apa pekerjaan Tuhan. Lalu anak itu menulis, Tuhan itu sibuk mendengarkan doa-doa semua anak di seluruh dunia. Maka Dia harus memiliki pendengaran yang bagus. Tuhan menciptakan manusia, maka dia menjadikan anak-anak; bukan orang dewasa. Karena Tuhan begitu sibuk, maka Dia menyerahkan tugas memberi makan anak-anak itu kepada orang ayah dan ibu. Dia juga tidak usah memberi makan obat kepada anak-anak waktu sakit, karena itu bisa dikerjakan ayah dan ibu!
Demikianlah pekerjaan Tuhan menurut anak yang masih polos itu. Nah, cerita-cerita seperti itu tentu memiliki arti bagi kita juga sebagai orang dewasa. MEski pun kita sudah dewasa, cerita kita tidak lebih baik dari penggambaran anak-anak kecil itu. Tuhan memelihara ciptaan-Nya dan memberikan tugas-tugas kepada kita masing-masing sesuai dengan pertumbuhan kita masing-masing pula.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s