Bedanya Yeremia Dengan Pashur ?

Naskah alkitab dalam Yeremia 20, 7-13 ini adalah keluh kesah, andung atau lament dari nabi yang disebut sebagai weeping prophet. Atau yang lainnya menyebutnya sebagai nabi dolorosa, yaitu nabi yang menderita, yang penuh penderitaan.
Berbeda dengan Pashur, nabi palsu yang diangkat menjadi panitera di bait suci karena dia berbicara dengan mengatasnamakan kesenangan dan kesukaan bangsa itu saja menyenangkan hati dan telinga orang Yehuda. Pashut menyalahgunakan wewenang itu dengan memukul dan juga memenjarakan Yeremia di salah satu bilik di bait Allah [Yer. 20, 2].
Sedang Yeremia, dia berbicara atas nama “penderitaan rakyat”; sebab jika bangsa itu tidak meninggalkan cara-cara hidup yang tidak berkenan kepada Allah mereka akan dibuang dan ditaklukkan oleh bangsa lain.
**
Ada orang yang sedang susah sekali dan berusaha mencari dalam alkitab yang kisahnya hampir sama dengan apa yang dialaminya. Lihatlah, dia menemukan bagian ini. “Kau mengata-ngatai aku yang Tuhan, dan aku mau Kau katai!” [demikianlah terjemahan secara langsung]. “Kau begitu kuat mengikat dan membelenggu aku!” sehingga melepaskan diri pun aku dan lari tidak mungkin.
Bahkan dalam dirinya Yeremia merasakan kekuatan firman Tuhan adalah “api” di dalam dirinya, yang terus membakar dan menghanguskan! Jika saja dia tidak memberitakan nubuat yang keluar dari mulut Tuhan Allah. Ia sedang membungkus api kemurkaan itu dan pencarian yang terus menerus tentang kehendak Allah, seperti berusaha membungkus api dengan kertas !? Bukankah itu berarti semakin marak, semakin ganaslah api itu memakan kertas itu..
Maka demikianlah nabi Yeremia juga mencatat Tuhan Allah sendiri berkata bahwa firman-Nya adalah “api yang menghanguskan! Bukankah firman-Ku seperti palu yang menghancurkan gunung batu!?” Demikian dalam Yeremia 23, 29.
Maka dilemma seperti itu berlaku pada orang pemberita firman sampai sekarang. Bahwa setiap orang pemberita harus memberitakan firman dan kehendak Tuhan, itu adalah api yang tidak akan padam. Tentang hal ini, mungkin ada benarnya seorang pengkotbah mengatakan kebenaran panggilan ini : beritakanlah firman baik atau tidak baik waktunya ! Beritakanlah kebenaran di dengar atau tidak ! Bukankah firman itu tidak akan kembali dengan sia-sia, seperti hujan yang tumpah dari langit tidak akan kembali sebelum membasahi bumi..

belgium14

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s