todays: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan [Matius 9, 13]

Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini : „Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan“, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa [Matius 9, 13]

Pada satu kali Joni datang ke pesta temannya yang menikah. Maka dia datang dengan membawa kado, karena doskinya itu adalah sahabat kental. Tapi apa yang terjadi karena memang yang menjadi pengantin pada saat itu adalah orang yang dikenalnya dengan baik. Dia tidak jadi kasih kado yang sudah dipersiapkannya.
Mengapa dia tidak jadi memberikan kadonya !? Karena dia merasa lebih tepat memberikan uang saja dalam amplop karena itu menurutnya lebih berguna daripada kado barang yang dibawanya sekarang.
Memang, ada kecenderungan manusia mau menolong dan menopang orang yang kaya; apalagi kalau kita bicara adat orang Batak. Wuih, yang kaya diberikan tumpak yang besar, sedang mereka yang biasa-biasa saja lalu tumpaknya itu biasa saja! Tidak menolong ! Itu tentu bukan belas kasihan, itu ada agenda tersembunyi ! Itu pamrih karena jasa, karena balas budi atau mengharap sesuatu dari situ.
**

Sekali lagi, firman ini adalah tentang hidup peribadahan orang Kristen yang bukan saja di gedung gereja, di persekutuan sendiri. Ini adalah sabda dari Tuhan Yesus sendiri kepada kita. Tetapi ibadah kita – pemujian kita kepada Tuhan harus juga tampak dalam kehidupan sehari-hari. Jadi ibadah sejati kata Rasul Yakobus, adalah mengunjungi para janda dan anak yatim, serta orang-orang yang berkekurangan.
Saya tidak bicara belas kasih seperti memberikan sedekah atau sumbangan kepada orang yang meminta-minta di pinggir jalan. Bahwa itu baik, tentu saja kita bisa melakukannya. Tetapi yang ditekankan disini adalah belas kasih terutama kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan kita semua. Kita tidak mungkin membantu setiap orang miskin yang kita temui di jalanan. Kita tidak punya daya yang cukup untuk memberikan bantuan kepada itu semua. Tetapi yang paling penting adalah perhatian. Jangan mementingkan cinta kasih lalu melupakan kebenaran. Inilah juga misi Tuhan Yesus, dalam Dia keduanya – cinta kasih dan kebenaran – itu menyatu. Itulah sebabnya dikatakan disini bahwa Tuhan datang untuk orang berdosa dan lemah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s