todays91: Pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku [Ayub 10, 12]

Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku [Ayub 10, 12]

Pernahkah Saudara merenungkan betapa berharganya hidup ini ?
Hidup hanya satu kali, kata orang pintar. Memang demikianlah, hidup kita di dunia ini. Hidup hanya satu kali. Maka menjalankan hidup yang satu kali itu begitu penting.
Tuhan menganggap bahwa manusia itu begitu penting dan berharga. Firman Tuhan mengatakan bahwa Dia menjaga kita seperti biji bola mata-Nya [Zakharia 2, 8].
Sebagai anak-anak Tuhan, bagaimanakah kita menghargai hidup kita !?
Dalam sebuah film yang bernuansa holocaust tentang pembantaian orang-orang Yahudi pada masa lalu, “Life is beautiful” diceritakan bagaimana ketakutan mencekam dan horor yang dialami oleh sebuah keluarga Yahudi. Namun akting Roberto Benigni dalam film itu menggambarkan bagaimana ia ingin menularkan semangat keindahan hidup kepada anaknya dan istrinya.
Ketakutan akan pembantaian dan kegilaan pembantaian itu tetap tidak menutup matanya untuk melihat sisi dari hidup ini, yaitu kebahagiaannya. Dan disitu kita menemui sikap dari diri sendiri, yang penuh dengan kelucuan dan kehangatan.
**
Dalam kitab suci Ayub-lah yang menyaksikan bahwa “Tuhan yang memberi maka Tuhan pula yang mengambil. Lalu terpujilah Tuhan Allah!” [Ayub 1, 21]. Siapakah sanggup menyatakan iman seperti itu, bahkan sesudah dia kehilangan 10 anak – semua anak habis, job! seperti namanya itu [dalam bahasa batak; Job= Ayub]. Siapa bisa mengatakan ini pada saat dia sekarang sedang menghadapi 10 peti mati anaknya sendiri!?
Dengan nuansa yang hampir sama, Rasul Paulus berkata, “Karena hidup adalah Kristus, maka mati adalah laba!” [Filipi 1, 21]. Saya akan menekankan fasal dan ayat yang sama ini, fasal satu ayat duapuluh satu. Ini tentu tidak kebetulan mengingatkan kita tentang menjalani hidup sebenarnya.
Tentu hidup berserah seperti ini tidak mudah. Ada banyak yang membuat kita terkadang begitu takut menjalani hidup!? Lalu bagaimana dengan mati? Lebih takut lagi. Maka Saudara, marilah mulai melihat bahwa hidup adalah karunia, pemberian Tuhan. Saat orang ingin mempertahankan hidup mati-matian, janganlah lupa hidup adalah pemberian! Biarlah kegentaran seperti ini membuat kita selalu berserah kepada Tuhan setiap saat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s