Memperoleh Pengetahuan akan Kebenaran [1 Timoteus 2, 4]

Nas ini berbicara tentang bagaimana kita memandang bahwa manusia mendapat karunia pengertian dan pengetahuan akan kebenaran dari Tuhan Allah sendiri.
Sejak manusia memakan buah yang ada di tengah taman Eden pada waktu pertama kali, maka pada saat itu terbukalah mata mereka “melihat” pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Maka sejak itu mereka mengetahui bahwa mereka telanjang; dan mereka mengambil daun-daun dan menganyamnya menjadi cawat. Itulah perusakan lingkungan dan ekosistem yang pertama sekali dalam sejarah dunia ini. Saat mereka jatuh ke dalam dosa, saat itu keseimbangan ekosistem di dunia ini dirusakkan oleh manusia. Bukan hanya itu, mereka menentang Tuhan Allah yang kemudian lebih memilih kulit binatang untuk menjadi pakaian menutupi ketelanjangan mereka.
Maka demikianlah pengetahuan manusia, kecenderungan manusia selalu melakukan dosa dan kejahatan yang tidak berkenan kepada Allah. Tetapi nas ini telah mengatakan, kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kehendak-Nya tidak lain adalah selamat dan hidup berarti. Maka kita perlu juga berdoa untuk pemerintah, untuk pemimpin di antara kita; agar kita mendapat tata kehidupan yang baik dan sejahtera. Ia membawa pengertian supaya manusia dapat mengenal Ia lebih baik, lebih limpah tentang kebenaran yang diperkenan oleh Tuhan Allah.
Waktu ditanya kepada Agustinus – bapa gereja itu – apa yang ingin kau tahu !? Maka Agustinus hanya bilang ada dua hal yang ingin kuketahui : Pertama, aku ingin mengenal Allah. Kedua, aku ingin mengenal diriku sendiri. Hanya itu. NOthing else!! Jadi mengenal Allah dan mengenal diriku sendiri [di hadapan Allah]. Maka sesudah mengetahui semuanya itu, yang lain-lain itu tidak lagi menjadi perlu. Ini menjadi satu perenungan bagi kita; jadi yang paling penting mengenal Allah, yaitu Dia, Thou dan mengenal diri sendiri – I. I & Thou relationship, inilah yang paling perlu.
Pada waktunya kita tahu kita tidak akan malu bertemu dengan Allah. Karena tahu, kita mengerjakan apa yang seharusnya, dan tidak melakukan apa yang tidak dikehendaki Tuhan Allah.
Mengetahui prinsip total ini jauh lebih penting daripada hal-hal lainnya. Jadi kita ikut mengambil bagian dalam rencana dan pekerjaan Allah di dunia ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s