todays: Gembala Hati [Yoh. 21, 15-19]

Selamat Paskah Saudaraku!
Kebangkitan Kristus adalah jaminan bagi kita dalam menjalani dan tetap melanjutkan perjuangan kita di dalam hidup mengikut Tuhan. Setiap orang mestilah menyadari bahwa ia sedang ikut serta dalam peperangan kosmik, peperangan Kristus melawan iblis; kebenaran dan keadilan melawan kegelapan dan kejahatan. Terang melawan yang gelap. Meski pun kita hanya sebagai pekerja biasa, biasa sekali : apa pun pekerjaan itu, sebagai pegawai biasa, atau manager sampai yang menjadi ibu rumah tangga harus menyadari kita ikut serta dalam peperangan kosmik, peperangan yang terus menerus kebenaran melawan kejahatan.
Itulah sebabnya perkataan Tuhan disini kepada Simon, “Simon apakah engkau mengasihi Aku lebih dari semua ini!?” menjadi pertanyaan pertama dan utama bagi kita. Akankah kita menyerahkan masa depan dan mata pengharapan kita kepada kekuatan dan ramalan dunia ini? Akankah kita menyandarkan hidup kita kepada perkataan-perkataan yang kelihatannya menarik dan sekaligus mengganggu kita?
Tiga kali Tuhan Yesus yang sudah bangkit itu – yang sudah menunjukkan kuasanya mengalahkan maut! Ia bertanya kepada Simon dan juga kepada kita sekarang, Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada semua ini!? Simon yang kemudian disebut Petra, Petrus batu karang iman itu menjawab dengan jerih, “Tuhan engkau mengetahui segalanya”. Kemudian Tuhan menyambut “Gembalakanlah domba-dombaku!” Gemabalakanlah domba-dombaku. Tentu tugas ini berarti tugas penggembalaan. Tetapi menggembala ribuan domba jauh lebih mudah daripada menggembala hati seseorang. Dan memang penggembalaan ini bukan penggembalaan dalam arti hurufiah. Ia bermaksud menggembalakan kawanan manusia, orang-orang yang disebut sebagai domba-domba.
Seorang gembala yang tidak lebih dulu menyerahkan diri digembalakan oleh Tuhan tidak boleh menjadi gembala. Sebab jika demikian ada banyak motivasi lain di baliknya, misalnya untuk uang, untuk pujian dlsb. Ada banyak yang menyaru menjadi gembala, ngomong gini dan gitu yang terlalu umum dan mengharap orang percaya. Oh, janganlah ada orang yang terpengaruh karenanya. Pengalaman dari kesalahan demi kesalahan yang dilakukan manusia yang percaya dan bersandar kepada iblis dan kekuatan di dunia ini harusnya menjadi pelajaran bagi kita. Jangan percaya kepada omongannya, jangan sekali pun mengarahkan hatimu meskipun kelihatan dia tahu banyak. Dan jangan lupa, iblis tahu apa yang terjadi dan ada pada diri Ayub, orang yang percaya kepada Tuhan itu. Tapi Ayub menautkan hatinya kepada Tuhan; sehingga saat sakit merongrong, aib dan penderitaan di depan dia tidak menghalanginya beriman kepada Tuhan. Dia tetap menjadikan sebagai gembala, dan dia mau digembalakan hatinya.
Tugas ini menjadi tugas bagi setiap orang untuk menggembalakan hati. Gembalakanlah hati mengarah kepada Tuhan. Amsal Salomo mengatakan, “Jagalah serta waspadalah akan hatimu, karena dari situ akan terpancar kehidupan!” [Amsal 4, 23]. Hendaklah tiap orang awas atas perkataan, tenung dan ujaran-ujaran yang datang dari dunia ini. Belum pernah iblis salah langkah dalam menjalankan siasatnya mencoba meraih hati manusia untuk percaya dan mengikutnya; dia sudah terlalu berpengalaman beribu ribu tahun. Ia tahu step by step langkah yang akan dilancarkannya tentang kehidupanmu. Maka awas dan waspadalah, jangan pernah memberi kesempatan kepada iblis. Tuhan mengajar kita meruntuhkan cobaan itu dengan jawaban yang berasal dari kitab suci, “Ada tertulis bahwa yang harus kau sembah hanyalah Tuhan Allah! Titik!” [Matius 4]. Ini menjadi jawaban kita; ini menjadi senjata kita terus menerus; karena memang kita sedang terlibat dalam peperangan kosmik, peperangan besar antara Kristus Tuhan dengan iblis sampai pada akhirnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s