todays: Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! [Yak. 5, 1+4-5]

Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu [Yakobus 5, 1+4-5]


Orang kaya, janganlah bersandar pada kekayaanmu di dunia ini ! Ini peringatan yang berulang-ulang dalam kitab suci mengingatkan orang yang mengikut Tuhan jangan mengandalkan harta dan kekayaannya menjadi segala-galanya. Pada waktunya uang dan kekayaan tidak bisa menolong manusia mendapat perhentiannya dalam sejahtera.
Janganlah pemberita firman hanya mau menyenangkan orang kaya dan keinginannya. Inilah sikap dan hati nurani gereja dan masyarakat. Firman Tuhan, hanya itulah yang bisa menuntun manusia sampai kepada keselamatan kepada Tuhan Yesus Kristus.
Setiap ayat ini berbicara kepada kita, janganlah bersandar kepada kekayaan dan harta bendamu! Janganlah bersandar kepada kekuatan dan kuasa di dunia ini. Bahkan semua itu pada waktunya akan berakhir.
Tetapi alkitab tidak pernah mengagungkan kemiskinan menjadi sesuatu yang ideal, dan itu membuat orang masuk ke sorga! Bukan! Kaya dan miskin sama-sama memiliki kesulitannya sendiri. Kekayaan menjadi ujian yang berat, bisa dipakai iblis unutk merongrong iman orang sehingga berserah kepadanya. Tetapi kemiskinan dan kekurangan, juga tidak lebih mudah dilalui. Untuk tidak menjadi miskin orang bekerja banting tulang, peras keringat! Tapi ingat itu semua hanyalah ujian yang diberikan Tuhan. Bersandarlah kepada Tuhan.
Jadi miskin, so what!? Biasa aja kalii.. Kaya juga, tidak apa-apa. Tapi jangan lah mendapatkan untung dan kekayaan dari jalan-jalan yang tidak benar, itu akan menjadi sumber kecelakaan yang tidak kelihatan sekarang, tetapi akan terus berkepanjangan sampai anak cucu. Yang paling penting, semua hidup kita menjadi kesukaan bagi Tuhan. Baiklah kita meratap dan menangis disini karena berat dan jerihnya penderitaan, dari pada menjadi meratap dan menangis kemudian di tempat yang api menghanguskan tidak henti-henti. Lebih baik menderita dan kekurangan asal tetap beriman kepada Tuhan, daripada nikmat tetapi dalam pelukan iblis si jahat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s