todays: Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan [Hosea 11:8-9]

“Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.
Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan [Hosea 11:8-9]

Orang yang bicara keadilan, dengan cara yang tidak adil sudah semakin banyak kita lihat di Indonesia ini – apalagi dalam masa-masa seperti sekarang ini. Orang memajang fotonya di piggir jalan. Orang berusaha untuk meraup suara dari orang-orang yang melihat dia ada di pinggir jalan itu.
Kelihatan ada orang-orang yang berbicara secara mekanis; seperti itu dan seperti itu lagi. Sehingga apa yang disampaikan sebagai keadilan, orang lain langsung dapat melihat bahwa dia tidak sedang berbicara kejujuran. Ini sama kan, seperti kita menilai seseorang yang kebetulan kita kenal. Kalau kita menjadi juri, tentu tidak terhindarkan adanya penilaian yang tidak jujur, atau mungkin menilai orang secara bias dan tidak dalam keadilan.
Tetapi inilah yang membuat Allah kita adalah berbeda! Dia adalah Tuhan Allah yang jujur dalam diri-Nya. Diri-Nya! Maksudnya Tuhan dalam kebebasan dan otoritas wibawa-Nya dan dalam semuanya itu Dia adalah setia. Diri-Nya itulah keadilan, belas kasihan dan juga kekudusan! Allah adalah kudus, maka orang yang berdoa kepada Dia mesti di dalam kekudusan kata kitab suci.
Jika kita pernah menilai orang salah – dan itu sering terjadi, berkali-kali, beribu-ribu kali dalam hidup kita marilah kita meminta ampun kepada Tuhan. Marilah juga kita belajar dari Tuhan, yang punya kasih dan belas tetapi itu semua adalah dalam lingkup keadilan-Nya. Janganlah kita menganggap remeh orang yang kelihatannya kere, biasa-biasa saja. Pada orang itu pun Tuhan mampu melakukan kebesaran-Nya. Jadi tidak ada yang boleh kita anggap remeh dan hina, sebab untuk orang yang kecil sekali pun seperti itu Tuhan Yesus Kristus mati untuk menebusnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s