Siapakah Masuk Dalam Perhentian Tuhan Allah ? [Mazmur 95, 1-11]

Mereka tidak akan masuk ke perhentianku, lebih baik “tempat” itu tidak ada. Jadi hanya perhentian Tuhan Allah. Masuk dalam perhentian Tuhan Allah bukanlah hanya semacam konsep tentang tempat, space yang kita kenal di dunia ini. Bahasa Batak lebih tepat,
karena hampir di semua terjemahan disebut sebagai “paradianan”. Maka kita membaca di nisan-nisan di kuburan “Dison [do] Maradian”. Disini beristirahat! Rest in peace.
Dengan demikian apakah yang dimaksud dengan perhentian itu ? Dimanakah itu dan kapankah hal itu disebutkan sebagai benar-benar sebagai perhentian ? (more…)