todays: Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis .. [Ibrani 5:7]

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan [Ibrani 5:7]

Yohanes Calvin yang menemukan bahwa Yesus Kristus dengan jabatan Imam, Raja dan Nabi. Itu dikatakannya 500 tahun lalu, dan sekarang seperti sudah menjadi kesepakatan demikianlah adanya.
Yesus Kristus dengan itu berbeda dengan para imam lainnya yang adalah keturunan dari Harun dan kemudian keturunannya-lah yang menjadi imam-imam di Israel. Tetapi Yesus dijadikan sebagai Imam besar bukan berdasarkan pada keturunan Harun, tetapi karena dia diangkat Allah menjadi Imam karena menurut peraturan Melkisedek.
Bahkan Abraham sendiri pun mempersembahka korban kepada Melkisedek, imam agung yang tertinggi itu dan dia adalah juga Raja Salem.
Jika para imam setiap tahunnya mempersembahkan korban, pertama-tama untuk penghapusan dosanya sendiri kemudian untuk dosa-dosa bangsa itu. Tetapi Yesus Kristus menjadi Imam yang agung dan benar, karena Dia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban yang benar dan Dia melakukannya sekali untuk selama-lamanya.
Inilah yang membedakan mengapa Dia disebut sebagai imam, dan dengan segala perjuangan yang demikian Ia menyelesaikan tugas dan perintah Bapa-Nya.
Orang-orang sukses yang kita lihat, yang kita perhatikan pada hari-hari ini bukanlah melalui jalan yang mudah. Tentu mereka memiliki kesusahan sendiri dan pergumulan yang mungkin tidak akan kita fahami, mungkin tidak akan kita lalui. Tetapi disitulah dia mencapai kesuksesan seperti itu; mereka menempuh jalan yang berat. Maukah kita juga berjuang seperti itu ? Maukah kita juga menempuh perjuangan yang berat sebelum kita bisa melihat kesuksesan seperti itu ? Terlebih dari pribadi Tuhan Yesus Kristus, tentu Ia menjadi teladan agung bagi kita.
Dia juga pernah dengan keluhan dan ratap tangis yang sangat untuk menyelamatkan umat manusia. Kesalehan-Nya, kesetiaan-Nya itulah maksudnya menjadi pelajaran yang sangat penting bagi kita. Inilah jalan yang harus kita tempuh, tidak jalan pintas lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s