Usaha “Lampet”

Saya kira satu usaha yang tidak ada “mati-matinya” adalah membuat lampet. Karena apa ? Karena memang lampet itu diperlukan pada saat sebuah pertemuan diadakan, dan kudapan itu biasanya disediakan untuk menjamu banyak orang.
Lampet adalah sejenis kue-kuean yang dibuat dari tepung dan diolah dengan mencampurnya dengan kelapa dan sedikit gula merah atau putih. Lampet ini dalam bahasa Batak berarti lepat atau kue yang biasanya dibuat dengan bentuk dolungdolung, yaitu dengan meremas adonan tepung dan kelapa itu sehingga membentuk genggaman tangan. Ada pula yang paling umum, lampet itu dibungkus dengan daun pisang. Untuk membuat lampet memang membutuhkan keterampilan khusus sehingga campuran tepung dan kelapa dapat tahan lama, sehingga bisa tetap hangat bahkan jika dimakan 6-7 jam sesudah dikukus. Ada trik khusus membuat lampet, dan tentu saja tidak semuanya bisa membuat dengan cita rasa yang khas.
Seorang yang memiliki usaha seperti ini biasanya bisa bekerja sendiri atau mempekerjakan satu atau dua orang untuk mengerjakan pesanan 1500-2000 bungkus lampet. Biasanya untuk mengerjakan pesanan 500 lampet seorang ibu bisa mengerjakan : mulai dari mengadon, membungkus dan mengukus lampet selama kurang lebih 3 jam. Tapi bila dikerjakan 2 sampai 3 orang bisa lebih cepat.
Tentang prospeknya, harga lampet biasanya adalah Rp. 1500-1800 perbuahnya. Maka jika seseorang mendapat pesanan dalam satu minggu hingga 2000 bungkus lampet, maka dia bisa mendapat omset sekitar Rp. 3.600.000,- Menggiurkan bukan !? Tidak perlu etalase untuk menjualnya, karena memang pekerjaan adalah berdasar pesanan. Paling-paling hanya membutuhkan termos besar yang dipakai untuk wadah lampet sehingga tetap hangat saat dimakan.
Biasanya untuk mendapatkan pesanan yang rutin maka pengusaha lampet biasanya bekerjasama dengan penyedia makanan catering di gedung pertemuan. Maka rata-rata penyedia catering mendapat komisi Rp. 150-200 per buahnya lampet. Dalam pertemuan-pertemuan di gedung itu biasanya lampet selalu disediakan oleh orang punya hajatan, biasanya kalau orang Batak mengadakan pesta penganan satu ini tidak boleh ketinggalan. Selain itu, apa saja pertemuan karena adanya sukacita maupun dukacita lampet juga selalu disediakan.
Nah, sekarang tinggal bagaimana meramu campuran tepung dan kelapa sedikit lebih banyak maka lampet lebih tahan lama. Dengan menjaga kebersihan dan rasa yang tetap saya kira usaha ini bisa tetap bertahan, tinggal tunggu pesanan. Apalagi sekarang ini, pesta-pesta bona taon atau syukuran awal tahun marga-marga Batak juga membutuhkan penganan massal ini.

Artikel Teranyar :
Khotbah Minggu, 2 Maret 2014 : Matius 17: 1-9

Artikel Berhubungan :
Usaha Di Tahun Yang Fleksibel : Usaha Penitipan Motor

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s