Khotbah Untuk Minggu 9 Februari 2014

Nas : Matius 5, 13-20

Orang Farisi-kah yang menjadi kritik Tuhan Yesus dalam pembacaan teks ini ? Bisa saja, orang Farisi yang menganggap bahwa mereka adalah orang dan wangsa yang superior karena kepada mereka sudah diberikan hukum Taurat. Lalu mereka memandang bangsa lainnya atau orang lain adalah anjing! Mereka lalu menjabarkan hukum Taurat sebagai hukum dan peraturan yang rumit dan complicated. Sehingga dari 10 taurat lalu menjadi 613, begitu rumit sampai karena detilnya mereka sendiri kemudian tidak bisa, tidak sanggup melakukannya. Sebab melakukan yang satu ini, memperhatikan satu tapi yang lain kemudian menjadi ketinggalan. Sering kali seperti itu!

Seorang pengkhotbah sadar sesaat sesudah dia turun dari mimbar, oh tadi ada yang ketinggalan yang belum saya sampaikan. Seorang guru baru tahu kalau dia sudah melewatkan beberapa poin pengajaran kepada muridnya! Oh lalu dia menyesal kenapa tidak bisa menyampaikan semua bagian dari pengajaran. Manusia selalu seperti itu, selalu ada kekurangan.
Tetapi Tuhan Allah tidak pernah lupa memberikan segala sesuatu kepada manusia. Bagi Dia tidak ada yang ketinggalan, karena hukum pemberiannya adalah sempurna. Itulah juga yang kita dengar minggu lalu, dalam lawatan Tuhan kepada umat-Nya : Apa lagi yang tidak kuberitahukan kepadamu hai manusia !? (Mikha 6, 8). Semua hukum, aturan, perintah-Nya tampak jelas dalam taurat yang membebaskan itu. Jadi hukum taurat justru membebaskan kita hidup dalam dinamika taat kepada Tuhan.
Orang Farisi lupa bahwa Yesus sendiri pun melakukan hukum Taurat dengan sangat teliti, dan bersungguh-sungguh untuk melakukan taurat dari Musa. Lihatlah, setiap kali dia sampai ke sinagoge (tempat peribadahan dan pengajaran orang Yahudi) Dia tidak pernah melewatkannya. Bahkan sejak kecil, sejak remaja Dia sudah melakukannya. “Mengapa kamu mencari Aku!? Bukankah Aku seharusnya berada di rumah Bapa-Ku!?” Itulah jawaban Tuhan Yesus Kristus bahkan saat berumur 12 tahun.
Oleh karena itulah Tuhan dapat merangkumkan seluruh Taurat itu dalam perkataan, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap kekuatan dan akal budimu – dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri!” Karena Dia sendiri melakukannya dengan semangat keutuhan semua hukum Tuhan Allah.
Karena kelengkapan dan kesempurnaan itu maka satu-satunya yang kita lakukan adalah bersungguh-sungguh mendengar dan mendengar hukum yang sempurna itu. Tidak boleh sepenggal-sepenggal, atau sebagian untuk melakukan taurat Tuhan.
Mungkin ilustrasi yang paling tepat untuk ketetapan Tuhan ini bagi kita umat manusia di jaman ini adalah seperti membaca Alkitab. Semua yang dituliskan Alkitab harus dilakukan, benar!? Semua yang diperintahkan Tuhan dicatat Alkitab mesti diterapkan. Sungguh!? Tetapi demikianlah, bukan berarti apa yang tidak dilarang Alkitab boleh dilakukan bukan!? Ini penting.
Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa narkoba itu dilarang! Tapi apakah kita akan makan narkoba karena Alkitab tidak melarang narkoba. Sebaliknya, Alkitab tidak mengatakan bentuk dan dirikanlah koperasi atau Credit Union; tapi kita tahu kita bisa saling membantu melayani melalui lembaga ini. Membangun ekonomi kerakyatan. Nah, ini penting untuk jaman ini.

Dengan membaca Alkitab dengan ketelitian seperti ini tentu membuat kita selalu terbuka untuk firman Tuhan, seperti tanah yang baik itu. Tanah tempat firman Tuhan itu ditanam dan tumbuh dengan baik sehingga berbuah dengan limpah.
**
Sikap reseptif terhadap hukum Tuhan dan firman-Nya itu membuat perkataan-perkataan Yesus dalam perikop ini sangat relevan. Sangat jelas bagi kita. Kamu adalah garam dunia (ayat 13). Tuhan tidak mengatakan “Hendaklah kamu menjadi garam dunia!” Tapi identitas ini begitu melekat, “Kamu adalah garam dunia!” Artinya tidak boleh tidak; atau tidak ada pilihan lain mengikut Tuhan.

Artikel Yang Berhubungan :
1. Bibel & Buku Ende HKBP
2. Jamita Tu Minggu 9 Februari 2014 (Artikel Berbahasa Batak)
3. Khotbah Minggu, 2 Maret 2014 [Sesuai Almanak HKBP] Matius 17 : 1-9
Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s