Universalitas Dalam Mikha 6, 1-8

Saya kira tidak ada rumusan lebih memerinci tentang apakah yang baik, manakah yang baik seperti dalam Mikha 6, 8 ini. Segala perbuatan baik dan kebajikan digambarkan secara luas dalam alkitab. Alkitab mencatat tindakan menolong, membantu dan menguatkan dan berbagi. Tapi tentu kita mungkin melakukan semua kebajikan itu selama kita hidup. Maka beberapa rumusan ini menjadi patron yang membantu kita apakah yang baik dan adil serta berkenan kepada Tuhan.
Lihatlah, Mikha yang hidup 700 tahun sebelum Yesus Kristus sudah menuliskan sesuatu yang sangat penting dan bernilai universal. Universalitas yang dimaksud adalah bahwa patron ini berlaku kepada semua manusia segala jaman. Bukan hanya untuk bani Yehuda yang saat itu sedang mengalami krisis iman dan keadilan, tetapi juga bagi kita pada masa ini. Inilah yang saya maksudkan sebagai nilai universal seruan Mikha.

Alih-alih hanya berlaku kepada Israel, lihatlah Mikha mengatakan “Hai manusia..” Itu berarti kepada semua manusia. Kepada semua yang lahir di dunia ini, yang dilahirkan dari rahim manusia. Kepada manusia yang mati dan berkalang tanah di kuburan. Bukankah itu artinya semua orang, semua suku bangsa dan pemakai bahasa. “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik!”Ini berarti perkenan seperti itu harus menjadi pedoman bagi seluruh umat manusia. Perkenaan yang berasal dari Tuhan Allah sendiri.

Pernahkah ada kebenaran universal seperti itu? Semua agama menganggap ini yang benar. Ada agama mengajarkan kebaikan itu berarti membunuh, bahkan sampai sekarang kau harus berjihad. Membunuh sebanyak orang, kau mendapat pahala. Benarkah ajaran seperti ini? Tentu ini tidak benar. Agama baik, mengakibatkan ajaran baik. Tapi ajaran tentang kebaikan itu menjadi sangat subjektif. Semua orang mengatakan ingin melakukan kebaikan. Konsep kita mengenai baik apakah benar sama seperti di Indonesia, sama adalah benar di Afrika. Ada orang yang mengatakan ini baik untuk saya, asal saya mendapatkan ini dan itu. Asal saya mendapat profit, keuntungan. Bahkan saat orang menelusuri summum bonum, mengurai filsafat orang Yunani yang berusaha mendefinisikan apa itu baik. Baik, yang baik dan baik. Maka tidak ada baik atau kebaikan yang trancend the time, and beyond space. Tidak ada satu manusia yang benar, semuanya sudah berdosa! Demikian kesaksian alkitab (Roma 3,23). Tidak ada, kecuali dalam ke 66 kitab yang dituliskan dan diwahyukan oleh Tuhan Allah. Itulah firman Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s