Pemberitaan Tentang Hikmat Salib; 1 Korintus 1, 10-18

Dari siapakah Paulus tahu perselisihan di jemaat 4Korintus ? Rupanya dari keluarga Kloe. Apakah keluarga ini suka mengadu kepada rasul Paulus tentang keadaan jemaat disana ? Bukan! Keluarga ini menurut tradisi – meski tidak disebutkan dalam kitab suci – mereka adalah keluarga baik-baik. Keluarga yang memperhatikan kehidupan jemaat. Mereka mempedulikan kehidupan dan keadaan orang-orang percaya, maka mereka memberitahukan perihal perselisihan di tengah-tengah mereka.
Dan Paulus sebagai rasul yang memberitakan firman Tuhan kepada mereka menyadari bahaya yang menghadang tumbuh kembangnya persekutuan. Bahaya terbesar terhadap keutuhan jemaat adalah adanya pengkotak-kotakan dan kelompok-kelompok dalam jemaat. Ada yang mengatakan dirinya sebagai kelompok Paulus, kelompok Apolos, atau pengagum Kefas. Atau sebagian lagi merasa, kami ingin langsung menjadi muridnya Kristus. Hal ini menyebabkan adanya pengklasifikasian dan golongan-golongan, sehingga membuat bahaya perpecahan dalam jemaat.
Rasul Paulus melalui suratnya ini ingin mengingatkan jemaat Tuhan tentang banyak hal : tindakan-tindakan yang tidak senonoh, tentang kehidupan perkawinan, pakaian yang patut, aturan-aturan tentang peribadahan, tentang perjamuan kudus dan banyak hal lain tentang hidup orang percaya. Namun sebelum menyampaikan semuanya itu Paulus melihat kesatuan dalam jemaat adalah hal yang utama, oleh karena itu ia pertama-tama membicarakan hal ini.

Mengapa ada yang mengatakan “aku pengikut Paulus”! Pauluslah yang menjadi missioner membawa kabar baik ke Korintus. Kita harus kembali kepada yang asli! Tapi rupanya Paulus bukanlah pembicara yang hebat – dan dia mengakuinya sendiri. Apolos, pada satu sisi adalah pembicara yang lugas. Dia terpelajar dan pengajar yang besar. Maka ada yang mengatakan “kami pengikut Apolos!” Tapi Apolos tidak memiliki “sertifikat” itu, karena dia bukan seorang rasul. Lalu Petrus, yang dikenal juga sebagai Kefas adalah seorang rasul. Dia adalah salah satu murid yang pertama dipanggil Tuhan Yesus. Ia telah melihat dan mempraktekkan ajaran langsung dari Yesus Kristus, maka sebagian orang di Korintus mengatakan “Saya ikut Kefas!” Lalu ada pula yang tidak mau ikut dalam polemik itu, dan merasa bahwa Tuhan Yesus-lah yang utama. Maka mereka mengatakan, “Kami kelompok Kristus!” Kedengarannya bagus pada awalnya, tetapi itu pun ditentang Paulus. Bukankah itu seperti mengatakan bahwa yang lainnya bukan mengikut Kristus !

**

Disinilah Paulus melihat pentingnya hikmat bagi orang Kristen untuk waspada tentang imannya. Itulah hikmat, bijaksana melihat kehendak Allah bahkan dalam keadaan yang sangat sulit. Itulah hikmat dari atas, seperti yang dikatakan di bagian akhir fasal 1 Korintus ini, “Allah menjadikan Kristus menjadi hikmat bagi kita, Ia membenarkan dan menebus kita!” (ayat 30).
Saudara, bahwa di pelayanan gereja ada perbedaan-perbedaan, kemudian dinamika pelayanan yang terus berkembang, tetapi itu semua tidak boleh lepas motivasinya untuk memberitakan tentang salib Kristus. Tokh kehidupan dengan warna warni itu indah, tidak monoton. Ada pendeta yang kotbahnya berapi-api, yang lain kedengaran datar saja; yang satu banyak guyon, yang satu lagi kesannya serius dan mendalam; asal semuanya mengarahkan pertumbuhan iman. Tapi jangan kira dengan suara yang keras cukup mendapatkan sesuatu. Yang penting adalah kejujuran dan kesungguhannya. Orang sudah lama meninggalkan pendapat seolah karena kita bersuara paling keras maka dengan sendirinya kebenaran ada di fihak kita. Tidak!

Di dunia kita sikap bisa salah, attitude mungkin bisa keliru tetapi motivasi tidak boleh salah! Salib Kristus adalah pertama dan utama. Cekcok, iri, mendusta dan lain-lain kesusahan terjadi karena orang kehilangan motivasi yang benar. Kejujuran dan kesungguhan untuk mengikut Tuhan. Nah, dengan sikap hikmat seperti inilah kita hidup dalam persekutuan di jemaat, di keluarga dan komunitas kita.

renungan untuk warta minggu 26 januari 2014; atas 1 korintus 1, 10-18. ikustrasi kotbah eksposisi 1 Korintus 1:10-18

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s