MENGATASI SERANGAN PANIK PADA SAAT TERJADI BENCANA

Beberapa hari ini, Ibukota Jakarta banjirsedang dilanda banjir yang mengakibatkan warga kehilangan tempat pemukiman bahkan korban jiwa. Salah satu yang menjadi perhatian kita adalah korban jiwa yang terjebak di basement Plaza UOB, di kawasan perkantoran Mohammad Thamrin, Sudirman. Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya, “adakah hal yang bisa dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban meninggal ini?” Kami akan membahas salah satu pencegahan tersebut pada kesempatan ini, yaitu bagaimana agar reaksi psikologis kita pada saat terjadi bencana tidak menghambat usaha kita dalam menyelamatkan diri.

serangan panik jakarta banjir

Bencana banjir yang melanda Jakarta ini bukanlah barang langka. Beberapa tahun silam, seperti di tahun 2002 dan 2007, Jakarta juga pernah lumpuh karena air yang menggenang di beberapa daerah. Diawali dari hujan deras dalam waktu lama, sejumlah air menggenang dan dengan deras bergerak ke beberapa daerah yang lebih rendah, seperti Kelapa Gading, Pluit, dan bahkan Bundaran HI. Di tengah situasi hujan deras, baik mereka yang berada di dalam rumah maupun di dalam kendaraan, akan mengalami situasi panik karena khawatir akan terendam banjir maupun terjebak arus air.

Dalam situasi tersebut, tidak sedikit orang dapat mengalami panic attack atau serangan kepanikan yang ditandai dengan gejala-gejala berikut:

Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan
Pusing kepala hebat
Nafas pendek, perasaan tercekik, dan mual
Berkeringat dan gemetar
Dada terasa sakit
Jika tidak segera diatasi, gejala di atas tentu akan membahayakan diri kita yang sedang berusaha menyelamatkan diri. Kita akan menjadi lambat menyelamatkan diri, pingsan atau bahkan lumpuh sesaat, yang membuat diri kita lebih rentan terhadap bahaya.
Kami akan mencoba menjelaskan mengenai gejala serangan kepanikan ini. Jika kita sudah lebih mengenalnya, kita akan dapat memberikan reaksi yang lebih tepat saat hal ini terjadi.

serangan panik stress

Penjelasan Panic Attack

Berikut adalah proses yang terjadi dibalik serangan kepanikan:

Serangan kepanikan adalah suatu reaksi alamiah tubuh secara sadar ataupun tidak sadar apabila menghadapi sesuatu yang menakutkan. Di saat Anda menghadapi hal yang membahayakan, secara tidak sadar tubuh “bersiap-siap” dengan memperkuat beberapa organ tubuh agar siap dalam menghadapi bahaya tersebut. Misalnya: jumlah oksigen dan darah yang disuplai ke otot kaki akan lebih banyak agar siap untuk lari lebih cepat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Oleh karena itu, secara otomatis ritme nafas pun menjadi lebih cepat dari biasanya.
Karena bahaya yang dihadapi dipersepsikan sebagai hal yang di luar kekuasaan, maka timbullah stres. Dari stres tersebut timbul gejala seperti pusing kepala hebat atau dada terasa sakit.
Pada saat terjadi serangan panik, tubuh mengkonsumsi lebih banyak oksigen dari biasanya. Hal tersebut yang menyebabkan ritme bernafas yang lebih cepat agar tubuh dapat mengkonsumsi oksigen lebih banyak. Serta, pada saat mengeluarkan nafas, paru-paru mengeluarkan karbondioksida lebih banyak daripada pemompaan oksigen ke dalam tubuh. Hal tersebut yang menyebabkan perasaan pusing, berkeringat dan gemetar.
Cara mengatasi Panic Attack

Apabila serangan panik melanda Anda atau kerabat dekat Anda, hal yang pertama dapat dilakukan adalah melakukan relaksasi pernafasan dan otot-otot tubuh. Hiruplah nafas melalui hidung dalam lima hitungan dan keluarkan secara perlahan-lahan. Hal ini dapat membantu relaksasi apabila dilakukan secara berulang-ulang.

serangan panik tarik nafas

Selain itu, temukanlah tempat dimana kita dapat duduk atau tiduran sehingga otot-otot dapat disandarkan. Setelah itu, pejamkanlah mata dan mulai konsentrasi untuk merasakan organ-organ tubuh mulai dari ujung jari kaki perlahan-lahan hingga ke dada. Selain relaksasi, berjalan-jalan kecil serta meregangkan otot pun dapat membantu meredakan serangan panik. Saat kita sudah kembali memegang kontrol atas tubuh kita, segeralah lanjutkan usaha untuk menyelamatkan diri.

Pada saat ini, darah yang dipompa ke organ-organ untuk bergerak (kaki dan tangan) akan menjadi berguna bagi kita untuk menyelamatkan diri, dan bukannya menghambat. Serangan panik adalah hal yang normal, dan pada saat telah diatasi akan membuat tubuh kita lebih sigap dalam bereaksi.

Pada bagian akhir artikel ini, Ruang Psikologi ingin menyampaikan turut prihatin atas korban jiwa yang ditimbulkan akibat bencana banjir tahun ini serta para korban yang harus mengungsi dari kediamannya masing-masing. Semoga kita bisa belajar dari bencana yang terjadi, dan melakukan pencegahan-pencegahan di masa yang akan datang.

 

Sumber: milis
dan pada http://ruangpsikologi.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s