Kotbah Minggu 26 Januari 2014

Scrap Kotbah Minggu 3 Setelah Epifanias, 26 Januari 2014
Teks : 1 Korintus 1, 10-18

Jelas sekali bahwa kegelisahan rasul Paulus akan perselisihan dan pertikaian di kalangan warga jemaat di Korintus beralasan. Apa yang menjadi kegalauan dari rasul itu menjadi perhatian penting penulisan dari 1 Korintus ini.
Persis seperti apa yang digambarkan rasul Paulus dalam suratnya ini, bahwa di jemaat itu terjadi pembeda-bedaan yang membuat banyak orang yang tidak kuat imannya atau mereka yang baru menjadi kristen menjadi bimbang tentang kebenaran dari ajaran Kristus yang diberitakan.
Pertikaian dan perselisihan seperti ini memang menghabiskan energi yang sangat banyak sehingga sangat merugikan pelayanan di jemaat (Rick Warren). Perselisihan, ketidaksepahaman dan pembeda-bedaan ini mengkonsume begitu banyak vitalitas dan semangat konsentrasi pelayanan, sehingga tenaga dan daya untuk pekerjaan lainnya habis untuk mengurusi ini.
**
Memang ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perselisan dan pengkotak-kotakan itu. Salah satunya adalah akar pahit di tengah kehidupan kita. Ada kala kita merasa sangat dirugikan oleh seseorang, apalagi orang itu adalah sesama warga jemaat. Ada yang pernah ditipu, apalagi oleh majelis atau pendeta, sehingga itu menimbulkan kepahitan. Kepahitan demi kepahitan itulah yang mengakibatkan kita menutup diri dan akhirnya punya persepsi selektif (selective preception) kepada diri seseorang pemimpin di tengah jemaat. Akar-akar itu begitu kuat mencengkeram diri dan perasaan kita, sehingga seperti akar yang jahat yang ada pada sebuah pohon dia terus menguat dan mencengkeram. Ilustrasi kotbah ini menggambarkan kehidpan persekutuan umat TUHAN sepanjang masa. Akhirnya, buah yang dihasilkannya hanyalah kepahitan (hapaeton dohot hapariron). Buah ini tampak dalam sikap kita, sehingga apa pun yang dikatakan oleh orang itu, majelis atau pendeta itu tidak mempunyai tempat kebaikan lagi di dalam kita. Persepsi telah membuat sebuah “imun” secara negatif menolak kebaikan, pemberian atau kesungguhan dari seseorang untuk menolong kita. Jika ada orang yang ingin menolong kita, yang ada pada kita adalah kecurigaan, jangan-jangan dia hanya memanfaaatkan saya fikir kita. Kita tidak lagi mempercayai orang lain, yang ada adalah perasaan semacam paranoia. Orang paranoia tentu susah tidurnya. Kapan hatinya tenang, mengingat jangan-jangan ada orang ingin mencelakakan. Jangan-jangan saya ditipu ? Ini menjadi hukuman Allah juga kepada Kain, saat dia mengatakan “Mengapakah aku, apakah aku menjadi perawat saudaraku!?”(Kejadian 4, 9). Meterai dosa itu ada di dahinya mengingatkan dia tentang dosanya yang tidak mungkin lagi diampuni. Dia hidup terlunta-lunta.
Lihatlah, bukan hanya karena jumlah orang atau manusia yang banyak. Di tengah persekutuan pertama sekali manusia itu, sudah ada pertikaian seperti itu. Dia adalah mereka. Mereka bukan kita. Dia bukan aku!
Nah, bagaimana mengatasi perselisihan di dalam gereja !? Bagaimana menangani dan menyelesaikan pertikaian apalagi yang berlarut-larut seperti itu ? Inilah sebab mengapa rasul Paulus menganggap kesamaan baptisan oleh Kristus menjadikan orang kristen patut bersatu dan sehti sefikir untuk menerima Kristus. Bahwa ada pelayanan Paulus yang lebih baik dari Kefas, dari Apolos tapi tidak ada yang melebihi pelayanan dan pekerjaan Kristus di dunia ini. Kita semua adalah orang-orang yang sama-sama ditebus. Tidak ada yang patut membanggakan diri dengan pelayanannya sendiri. Karena pelayanan itu sendiri adalah berasal dari Dia, oleh Dia kita mendapat pengutusan ini, dan muara semuanya adalah demi kemuliaan Allah Bapa kita (Roma 11, 36).
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s