Todays35: Belilah kebenaran dan jangan menjualnya

Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian

Tuhori ma hasintongan, jala unang gadishon nang hapistaran, pangajaran dohot roha hapantason

(Amsal 23:23)

Hal menjual barang dan niaga dalam dunia Perjanjian Lama adalah perihal yang sangat lumrah. Orang-orang tua Israel dalam mengajar anak-anaknya, satu hal penting adalah bagaimana anak bisa mempunyai “nilai jual” dan “menjual”.

Kita bisa melihat bagaimana anak-anak Yakub kemudian berencana menjual Yusuf adik mereka kepada pedagang Arab yang kebetulan lewat di tempat dimana mereka menggembalakan ternaknya.

Mereka menjual hasil bumi dan ternak, menjual barang dan komoditi lain. Tapi ada juga yang tidak bisa dijual secara mutlak; misalnya tanah. Mereka percaya bahwa tanah adalah milik Tuhan, Tuhan menciptakan dan memilikinya. Tidak ada orang yang boleh menjual; sebab itu berarti menjual tanah pusaka, keluarganya sendiri.

Dalam pandangan itulah penulis Amsal ini melihat bahwa ada yang tidak bisa digantikan dengan uang, hal menjual dan membeli. Janganlah menjual kebenaran! Menjualnya berarti menjual dan mengobral iman dan keyakinan mereka. Ini menyangkut hal paling dasar dari kehidupan mereka sebagai umat Allah.

**

Demikian juga pada kita dituntut suatu sikap tentang bagaimana menghargai kebenaran sebagai sesuatu yang sangat penting; dan tidak boleh digantikan dengan uang atau pemberian lainnya. Marilah hidup dalam kebenaran karena itulah pemberian Tuhan yang sangat penting kita jaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s