todays: Menjadi Sama dengan Kristus Karena Kuasa Kebangkitan-Nya

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.. (Filipi 3:10)

Ada dua kasih kepada diri sendiri, menurut J Verkuyl. Yang pertama adalah kasih kepada diri sendiri karena pada kodratnya, karena kodrat dan itu dosa. Kasih kepada diri sendiri seperti ini sifatnya egoisme.
Menusia menurut kodratnya, selalu ingin menempatkan diri sendiri di pusat. Ia mencari kehormatan diri sendiri, kebesaran nama sendiri, kebahagiaan sendiri, kesukaan sendiri.
Di dalam cerita dewa-dewa Yunani kuno dikisahkan tentang Narcissus, seorang dewa remaja yang congkak, gila bersolek. Narcissus selalu suka melihat bayangannya sendiri di dalam kolam. Tersenyum dia demi melihat banyangannya itu. Ia memuji-muji dirinya sendiri.
Kasih kepada diri sendiri seperti itu adalah narcisme. Kasih semacam itu janganlah diubah, diperbaiki atau disublimasi tetapi harus dimatikan!
Sama seperti anak yang hilang, kita mengalami bahwa Allah mau menerima kita di kasih setia-Nya. Kita diperkenankan hidup dari kasih Allah sebagai orang-orang yang hina dan dengan itu kita dapat memandang bahwa kita adalah bagian dari keluarga Bapa, sebagai ahli waris dalam kerajaan Allah.
Kita hidup sebagai hamba sahaya Tuhan Yesus, sehingga seperti anak-anak Allah lainnya kita hidup dan mendapat tempat di Rumah Bapa, kita boleh menjadi peserta. Maka barulah timbul kasih kepada diri sendiri yang berlainan sama sekali dengan kasih kepada diri sendiri yang menurut kodrat dan yang sia-sia belaka.
Itulah persekutuan kita dengan Tuhan kita, karena kita menjadi hamba sahaya dari Peran Utama : Yesus Kristus.
Biji gandum menghasilkan buahnya, bila ia mati tertanam dalam tanah. Sama seperti kita harus mengalami kematian karena Kristus telah mati dan bangkit dalam kuasa-Nya membawa kita kepada kemenangan.

**
Pada hari-hari ini kita berduka atas meninggalnya beberapa dari antara kita : keluarga kekasih Pangaribuan Wijk Narogong A. Keluarga Sihombing-br Simbolon, Wijk Selatan 1A & Keluarga Siregar-br Napitupulu, Wijk Selatan 2A.
Kiranya Tuhan menguatkan semua anggota keluarga dan mendapat penghiburan dari Tuhan Allah Bapa kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s