Todays26: Tetaplah Berdoa

“Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”.

“..pray at all times, be thankful in all circumstances. This is what God wants from you in your life in union with Christ Jesus”. (TEV)     1 Tesalonika 5, 17-18

Doa bukan hanya sebatas permohonan kepada Tuhan; tetapi doa adalah perhubungan kita dengan Tuhan Allah. Perhubungan daging, roh kita kepada Tuhan Allah.

*

Saat aku berdiri dan berbicara dengan seseorang, aku melihat seorang anak perempuan berumur 4 tahun yang bermain-main di teras rumahnya. Anak itu bermain sendiri saja.

Aku heran melihat betapa anak itu begitu senang dan bergembira memainkan mainannya itu meski tidak ada temannya yang lain. Anak itu begitu ceria, begitu sehat dan gembira sekali.

Ibunya ada di dalam rumah, sedang menjahit sesuatu untuk memperbaikinya. Ibunya tidak melihatnya, dan memang karena si ibu berada di dalam rumah sedang anaknya itu ada di luar.

Waktu kami, aku dan temanku berbicara sesekali aku mendengar dan menyimak pembicaraan si anak dan ibunya. Sambil bermain, si anak kemudian berseru, “Mama!”, “mama!” Seperti itulah anak itu terus seperti memanggil ibunya. Bukan karena ketakutan, atau karena bosan dengan mainan itu. Bukan pula karena dia memerlukan sesuatu. Tetapi ibunya tetap berada di dalam rumah, dan anaknya bermain di luar.

Dan tak lama kemudian ibunya menjawab dari dalam rumah : “o, Borungki!” – “Anggia!” – “Sayangku..!” – “Apa nak,..!” Demikianlah ibunya itu segera menjawab dengan jawab yang berubah-ubah. Jawaban itu kedengaran samar-samar saja. Si anak memanggil, si ibu menjawab. Saat mendengarnya, ibarat mendengar sebuah nyanyian yang merdu. Sebuah paduan yang indah antara si anak dan ibunya.

Saat mendengar suara ibunya, tampaklah si anak begitu senang. Tidak ada yang kurang kelihatannya bagi dia. Bukannya menghentikan mainannya, ia terus saja bermain; namun tiap kali dia berkata “Mama!”.. demikianlah untuk beberapa lama. Ia tenang karena mendengar syahdu suara ibunya, suara yang begitu dikenalnya, yang menunjukkan kasih, yang lembut menunjukkan perhatian dan pengertian.

Kami sudah selesai berbicara, dan pergi dari situ, namun pembicaraan anak dan ibunya itu terus terngiang di telinga.

Bukanlah seperti itulah doa-doa kita kepada Tuhan!? Demikianlah “pembicaraan” dengan Tuhan tidak putus-putusnya, tidak henti-henti dan senantiasa adanya. Alkitab mengajarkan doa yang tidak henti-hentinya. Seperti anak yang begitu senang dan menjadi tenang mendengar suara orang tuanya itu, bukan karena dia meminta sesuatu, atau karena kekurangan; tetapi dia terus menyeru ibunya itu melalui suaranya, masihkah ibunya ada di situ, mendengar dia. Andai ibunya tidak segera menjawab, bukankah ia akan segera pergi dan mencari ibunya?

**

Jadi apakah doa kita? Doa adalah perhubungan kita dengan kekasih hati dan jiwa kita dengan Bapa. Bapa yang selalu mendengar dan menjawab dengan perhatian dan pengertian.

Doa membuat kita umat-Nya tahu bahwa Bapa kita yang di sorha memelihara  hidup kita.

Tuan Markus dalam SP Immanuel seperti dikutip Ephorus Justin Sihombing, Bahasa Batak

Surat Parsaoran (SP) Immanuel HKBP terbit mulai 1 Januari 1890.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s