Todays19: Menyembah TUHAN sebagai Ungkapan Percaya

Lalu berlututlah orang itu dan sujud menyembah TUHAN

(Kejadian 24, 26)

Di budaya Timur, berlutut dan sujud menunjukkan sikap takzim, penghormatan yang penuh. Sikap ini menjadi bagian penting dari kehidupan orang yang mempercayai seseorang, dan yakin bahwa yang disembah itu lebih baik.

Apalagi sikap knee on ini menunjukkan penyerahan diri karena percaya dan mengharapkan pertolongan, mengharapkan kebaikan dari padanya sekaligus karena ungkapan syukur serta pujian.

**

Abraham menyuruh hambanya yang paling tua untuk menjumpai keluarganya di kota Nahor untuk mencarikan jodoh bagi Ishak anaknya itu. Ia mempunyai sanak yang bernama Betuel, dan putrinya Ribka. Dan hamba itu melihat bahwa Tuhan Allah, Allah Abraham itu mendahului dia dalam perjalanannya sehingga bertemu dengan keluarga Betuel.

Hamba itu kemudian melihat dengan jelas bahwa Tuhan menyediakan segala sesuatu, termasuk penginapan dan rumah yang menerimanya di negeri asing. Karena itulah dia sujud menyembah kepada Tuhan – mukanya sampai ke tanah – karena syukur.

Itu juga menunjukkan penyerahan diri; bahwa bukan karena kekuatannya sendiri sampai ke sana. Di situ juga dia menyadari Ribka dipersiapkan Tuhan untuk Ishak, anak tuannya itu.

Ungkapan penyembahan itu menjadi ungkapan penting dari manusia. Memang diperlukan keberanian untuk mempercayai, mempercayakan diri kepada Tuhan maha kuasa. Berani untuk menerima dengan sepenuhnya otoritas kuasa Tuhan, membebaskan diri dari over protective. Membebaskan diri dari kungkungan ketidakberesan. Sdr tahu satu penyakit yang paling berbahaya sekarang adalah fobia akan apa yang terjadi kemudian. Menjelang kemungkinan-kemungkinan seperti ini akan membinasakan asa dan memerlukan energi ekstra; menghisap banyak nutrisi sukacita.

Jadi dari pada repot-repot menjelang yang tak pasti, bukanlah lebih baik menyerahkan diri kepada Tuhan. Itulah sebabnya penulis kitab Ibrani berkata, “Marilah dengan penuh keberanian kita menghampiri takhta kasih karunia Tuhan, agar kita mendapat rahmat kasih karunia dan pertolongan pada waktunya” (4, 16).

Berani !?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s