Todays14 : Belas kasihan akan menang atas penghakiman

Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman” (Yakobus 2,13)

Ayat pagi di akhir minggu ini, mengetengahkan kemuliaan dan keagungan pengadilan atau penghukuman Tuhan. Pada waktunya, Kristus akan datang sebagai penghakim atas semua manusia. Tuhan dengan keadilan-Nya akan menjadi pengadil yang agung.

Jika manusia cenderung memandang muka, membeda-bedakan orang dari statusnya, Tuhan menginginkan kita bersikap adil kepada semua orang. Misalnya, ada orang karena melihat pakaian, jabatan, status, pakai kendaraan atau handphonenya, dan itu membuat penilaian kita kepada orang lain. Karena pakaiannya bagus seseorang lalu mempersilahkannya duduk di barisan paling depan. Tapi, karena yang lain datang dengan pakaian lusuh lalu mengatakannya supaya duduklah disini atau “duduklah dekat tumpuan kakiku!” (ayat 3). Rupanya hal pembedaan ini sudah ada setua umur manusia di dunia ini.

Betapa sering kita juga jatuh dalam pembeda-bedaan dan sikap yang diskriminatiif seperti itu dalam hidup ini. Sering kita sendiri tidak menyadari bahwa kita memang dicipta Tuhan sebagai yang berbeda-beda; tapi bukan untuk dipakai untuk membeda-bedakan.

**

Nah, kita diingatkan melalui perenungan ini hidup dalam keadilan dari Tuhan itu. Jadi keadilan kita berdasar kepada kebenaran keadilan Tuhan. Betapa Tuhan mengasihi dunia ini, seluruh umat manusia – Ia menerbitkan matahari kepada orang benar dan juga atas orang fasik; Ia mendatangkan hujan bukan hanya kepada orang yang bertekun kepada Dia, tapi juga atas mereka yang melakukan ketidakadilan (Mat. 5, 45) – demikianlah kita hidup dalam anugerah itu.

So, tidak membeda-bedakan orang. Tidak pandang buluh. Sikap adil seperti itu juga Sdr. bisa membebaskan kita dari sakit yang namanya negative thinking, netti. Mari hidup dengan keadilan Tuhan, belas kasih akan menang atas penghakiman atau penilaian. Kasih mengatasi penilaian-penilaian kita yang memang cenderung selfish, cenderung takabur dan sangat subjektif. Karena rasul Yakobus bilang “Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang” (Yak. 2, 12). Kasih memerdekakan..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s