Todays13: Allah menginginkan kita hidup dalam kekudusan

Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita!

Mazmur 99, 9

Exalt the LORD our God, and worship at his holy hill; for the LORD our God is holy.

Orang Israel percaya bahwa gunung-gunung yang tinggi dan menjulang itu adalah gambaran dari pengharapan akan kehadiran Tuhan Allah. Mereka berharap dari situlah datangnya pertolongan kepada mereka, yaitu dari Tuhan Allah (Mzm. 121). Setiap melayangkan pandangannya kesana, mereka tahu Tuhan ada memperhatikan mereka dengan awas.

Mereka bukan menyembah gunung, tapi mereka tahu tempat itu adalah lambang “ketinggian, keagungan” dan “kemahamuliaan” Tuhan.

**

Percaya akan kekudusan Tuhan Allah menyadarkan kita demikianlah Dia adanya. Ada yang kudus. Dia yang kudus. Lihatlah, betapa jamak sekarang tidak ada lagi yang kudus? Semuanya kelihatan sama saja? Bicara di sermon atau di ibadat gereja sama saja dengan pembicaraan di warung; main sela seenak perut atau saling berbantah bantahan.

Sebaliknya untuk hal-hal tertentu betapa kakunya kita. Ada pamali. Ada yang tabu, meski itu adalah hal-hal remeh. Dulu ada orangmenganggap meludah di tempat “angker” itu dilarang keras, tapi sekarang orang – yang tahu gereja adalah rumah Tuhan – buang sampah sembarangan, misalnya.

Rigiditas ini kemudian menyebar ibarat kanker, menyerang umat manusia. Akhirnya hampir tidak dapat dibedakan antara yang seharusnya kita lakukan dan bagaimana sebaiknya kita lakukan.

Percaya Allah adalah kudus seharusnya menginspirasi kita. Dia-lah Allah yang hidup yang kudus. Kuasa, bimbingan dan hukum-hukum-Nya adalah wujud kekudusan. Maka kita pengikutnya wajiblah hidup dalam kekudusan itu.

Tapi kita tahu juga, bahwa kudus bukan hanya masalah luar. Bukan karena pakaian, bukan jubah atau apa yang dikenakan. Tapi jauh lebih penting nun jauh di dalam hati kita. Sebab dari hati-lah terpancar kehidupan, kata Amsal Salomo (Amsal 4, 23). Demikianlah hati yang mengakui Allah adalah kudus, mestilah hidup kudus dan itu terpancar dalam sikap hidup sehari-hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s