Today`5 : Hati Orang Berhikmat

Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan..

Manang ise na mangaradoti patik, ndang habiaranna hata na roa, diboto roha ni halak na pistar do tingki halehetan dohot uhum.

(Pengkotbah 8, 5)

Kitab Pengkotbah adalah salah satu kitab dalam Perjanjian Lama yang terbilang jarang dibaca orang. KItab ini dikategorikan sebagai ketuvim, yaitu kitab-kitab tulisan berisi sastra dan hikmat bersama dengan kitab Ayub, Mazmur dan Amsal Salomo. Penulisnya sendiri menyebut diri sebagai tokoh Salomo, raja yang berhikmat itu.

Yang paling sering dikutip orang mungkin adalah Pengkotbah fasal 3, bahwa untuk segala sesuatu yang terjadi ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu mati. Ada saat untuk tertawa, ada waktu menangis dan meratap. Ada masa menanam, dan ada pula waktu untuk menuai. Lalu ayat 11,  “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya” (ayat 11).

**

Waktu bagi kita ada pemberian Tuhan yang sangat berharga. Semua orang tahu, bahwa waktu yang telah lalu tidak mungkin kembali lagi, kesempatan yang sama tidak mungkin datang kembali. Itulah sebabnya setiap waktu ini adalah saat yang sangat berharga yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Waktu ini akan bermuara pada hukum dan pengadilan Allah (8, 5). Semua yang diperbuat orang dalam hidupnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan Tuhan. Tentang semua pemberian Tuhan : waktu, talenta, keluarga, berkat-berkat Tuhan akan kita pertanggungjawabkan, apakah kita memakai dan menghidupinya sesuai dengan hukum Tuhan.

Karena itulah kitab Pengkotbah ini mengajak kita berhikmat untuk melakukan hukum Tuhan, – semua perintah-Nya, aturan dan hukum-Nya. Orang berhikmat mematuhi hukum itu bukan karena terpaksa tetapi justru dengan sukacita melakukannya. Bukan karena terpaksa, tetapi dengan kesadaran penuh. Semakin dia taat kepada hukum Tuhan, semakin dia menyadari hukum itu menghidupkan. Waktu, masa atau kesempatan untuk mematuhi hukum Tuhan adalah waktu kehikmatan.

Seperti kata Paulus dalam Roma 6, 18 “Kamu telah dimerdekakan dari dosa, dan menjadi hamba kebenaran”. Orang berhikmat adalah hamba kebenaran dan keadilan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s