Penjemaatan dan Sosialisasi

Apa pun istilah yang dipakai orang di masyarakat, atau di gereja, apakah penjemaatan atau sosialisasi tentang sebuah program itu sah-sah saja. Jadi yang paling perlu rupanya adalah apa yang disampaikan. Tentu saja tidak kurang perlunya adalah bagaimana itu, sesuatu itu disampaikan kepada semua orang. Biasanya, kalau sebuah program atau kegiatan yang tidak berhasil lalu yang paling gampang dicari kambing hitamnya tentu saja adalah “Akh, sosialisasinya kurang!” atau “Kurang menjemaat”. Atau apa sajalah. Ini menjadi dilemma juga buat pemangku kebijakan. Bagaimana membuat sebuah aksi atau kegiatan lebih baik dan berhasil. Jadi selain semua orang bisa ikut ambil bagian, semua orang bisa merasa bahwa kegiatan itu adalah tanggung jawabnya juga. Tanggung jawab semua orang, di mana perannya sangat dibutuhkan. itu bagian yang paling sulit. Di sisi lain, ada banyak orang yang merasa “sosialisasi”nya kurang, padahal dia tidak perduli. Kemudian hari dia bilang bahwa sosialisanya kurang. Maksudnya, orang – pelaku sosialisasi -. Lebih mudah mereka mengatakan, “sosialisasinya yang kurang!” Kurang dimana tidak tahu. ** So, marilah kita peduli dengan sosialisasi dan penjemaatan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s