Pujian

Setiap orang, baik besar – kecil, tua – muda, kurus – gemuk, cantik – jelek, menyukai pujian. Pujian adalah sesuatu yang luar biasa yang punya pengaruh besar bagi kehidupan manusia. Semua orang ingin mendapatkannya.
Seseorang berdandan adalah supaya dia kelihatan menarik di mata orang lain, maka meluncurlah kata pujian baginya. Rasanya penampilan kurang sempurna jika tidak ada yang memberikan pujian. Kita sering merasa penampilan atau wajah kita jelek bila tidak ada yang memuji.
Bila seseorang memberikan pujian kepada kita misalnya dengan mengatakan “Anda kelihatan cantik hari ini”.
Maka dengan spontan senyum terkembang dan rasa senang memenuhi hati dan kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling menarik dan kita lupa diri. Padahal mungkin saja si pemuji mengatakan itu hanya sekedar basa-basi saja atau sekedar mencari jalan untuk berbicara dengan kita.
Orang sering lupa diri bila sudah mendapat pujian, sering tidak menyadari bahwa ada orang yang memanfaatkan keadaan ini untuk kepentingan atau keuntungannya. Dia memberikan pujian buat kita, memutar-mutar perkataan dan menggunakan kelihaiannya dalam menyusun kata memuji kita. Dan kita pun hanyut dengan kebanggaan dan kebahagiaan maka dengan mudah dia meminta apa yang perlu baginya. Dengan kata lain dia memuji karena ada yang ingin dimintanya dari yang dipuji. Pujian ini tidak tulus tapi merupakan suatu kepura-puraan belaka. Mungkin di belakang kita dia sudah memburuk-burukkan kita pada orang lain.
Orang yang mendapat pujian selalu berterima kasih kepada si pemuji, tapi adakah orang yang mau berterimakasih kepada orang yang menunjukkan kejelekan kita? Misalnya dengan perkataan : “Baju anda terlalu sempit sehingga anda sulit melangkah”. Rasa tidak senang pasti merasuki hati dan mungkin dengan perasaan marah berkata, “Apa pedulimu, mau sempit, mau pendek mau longgar terserah aku”. Padahal sebenarnya dia bermaksud baik, untuk memperbaiki penampilan kita. Tetapi, memang demikianlah adanya manusia lebih suka mendapat kepura-puraan (sandiwara) dari pada menerima kenyataan yang sesungguhnya.
Saya tidak bermaksud mengatakan pujian itu tidak perlu kita dapatkan atau pujian itu tidak baik, tapi hanya ingin mengingatkan hati-hatilah terhadap pujian. Yang perlu kita lakukan bila kita mendapat pujian, adalah “bersikaplah sewajarnya dan ucapkan terima kasih”.

Rena Imelda Siregar
SP Ina No 1-2 1992

Baca dalam pdf : Pujian Ilustrasi

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s