Pelayanan Sektoral dan Fungsional

Termasuk di pelayanan sektoral adalah para mahasiswa, buruh, tukang ojek, pedagang, dlsb. Ini salah satu bisa dijangkau dengan usaha-usaha mikro kredit yang diadakan di gereja.
Kemudian yang termasuk dalam fungsional termasuk adalah pelayanan gereja kepada para pegawai negeri, karyawan dlsb. Jadi artinya, biarlah kegiatan-kegiatan dan kelompok dalam pelayanan gereja “dikerangkeng” dalam bidang yang disebut koinonia. koor, itu saja. Jadi pada pelayanan yang lain gereja dapat lebih memfokuskan dirinya pada pelayanan yang lebih luas. Jadi par-kantor pusat juga kehadirannya tidak lagi dipertanyakan, sebab orientasinya bukan lagi hanya sebagai seremonial, pesta-pesta dan semacamnya tetapi melupakan banyak hal penting dalam dinamika kehidupan gereja.
Jadi pelayanan di gereja bukan hanya lagi sifatnya kategorial, tetapi sudah lebih menjangkau kepada masyarakat dan lapisan-lapisan dalamnya lebih luas. Ini diperlukan supaya HKBP sebagai salah satu institusi gereja di Indonesia bisa merespons dinamika yang terjadi dalam masyarakat dan negara.
Jadi orang-orang yang “tidak tahu koor” juga tertampung dalam pelayanan gereja. Sebab memang pelayanan gereja bukan hanya koor dan kegiatan yang sifatnya kategorial saja.
**
Sementara itu warga dan pelayan di gereja sudah waktunya mau mengkoreksi bukan hanya kritik-kritik tentang apa yang sudah dilakukan hatopan kepadanya. Jadi artinya bukan hanya menyalahkan kenapa tidak begini dan tidak begitu. Tapi tidak pernah mau mempelajari dan memperbaiki pola fikir dan paradigma baru tentang sebuah permasalahan. Misalnya, apakah yang sudah kita lakukan untuk semua ini?Apa yang sudah disumbangkan dalam menjawab masalah-masalah dan dinamika kehidupan gereja dengan masyarakat, dengan pemerintahan, maupun tentang fundamentalisme.

Petikan bincang-bincang di Jati Sampurna, Bekasi 7juni2010

Advertisements

One comment

  1. 1. Di parserahan seperti ini, salah satu syarat untuk mendirikan sebuah distrik adalah jika beberapa ressort bisa menyediakan fasilitas distrik center kl 5 ha. Ke depannya center-center seperti ini bukan hanya karena gedung gereja ada ditengah-tengahnya, tapi lebih banyak dirancang menjadi tempat untuk sarana pelatihan-pelatihan, sekolah minggu, remaja naposobulung, ama-ina yang sifatnya regional.
    2. Sebuah distrik bukan lagi dilihat berapa ressort yang dibawahinya, jadi bukan lagi hanya “bagi-bagi jatah”. Tetapi berdasar pada besarnya peta dan perlunya pelayanan di sektoral dan fungsional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s