Harini Beda

“Hari ini akan selalu menjadi hari yang berbeda, dan bersejarah untukmu. Karena selama ini firman Tuhan yang kau dengar, dan kau baca adalah untuk bersama-sama direnungkan. Tapi hari ini, beda. Firman itu ditujukan hanya untukmu sendiri. Ayat itu harus selalu kau renungkan dan ingat setiap hari. Itu memberi kekuatan kepadamu melakukan pekerjaan, sekolah dan mencapai cita-cita”, demikian kira-kira kata nasehat seorang ayah kepada anaknya yang hari ini naik sidi, atau angkat sidi atau menghatindanghon haporseaon atau malua sian pangkanghungi.
Itu benar. hari itu akan selalu menjadi hari bersejarah bagi seseorang di mana dia harus mulai hidup sebagai seorang kristen dewasa yang siap menjadi saksi bagi Kristus dalam perbuatan dan sikapnya, dalam tutur kata dan pemikirannya.
**
Tapi entah kenapa, orang sering mengatakan bahwa sesudah orang naik/angkat sidi maka mulai hari itu dia mulai “mempertanggungjawabkan” dosa-dosanya sendiri. Di waktu itu biasanya, orang tua merasa lega, sebab seolah berkurang bebannya satu lagi menanggung dosa si anak. Benar? Bagaimana menurut Anda?
Tapi benar atau tidak benar, menurut saya waktu itu di mana orang tua siap dengan “petuah” pamungkasnnya, sebab si anak sudah sama dengan di hadapan kerajaan Allah. Mereka sama-sama warga gereja dan kerajaan Allah yang dewasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s