Suruhan Sang Pesuruh : Maleakhi 3, 1-4

Teks minggu Advent kedua ini ditujukan dengan tema “Hendaklah engkau setia sampai mati, maka Aku akan memberikan mahkota kehidupan kepadamu” Wahyu 2, 10c. Suara Allah ini meski ditujukan pada konteks dimana bangsa Yehuda sudah sangat menanti-nantikan datangnya Mesias sang juruselamat politik dan sosial mereka. Dalam situasi tidak berdaya dan terus menerus dalam kungkungan politik terbebani mereka mendengar seruan Allah sendiri ibarat sebuah dialog; Allah sendiri berbicara dan bercakap-cakap kepada bangsa-Nya itu.
Di fasal 1,1-2 Dia sendiri mengingatkan bangsa itu betapa Dia mengasihi mereka. Bahkan tidak melupakan “sejarah” bahwa sebagai keturunan Yakub, mereka akan diingat sebagai umat yang akan mendapatkan pemulihan dan kelepasan. Jadi dalam konteks “dialog” itu pula kita melihat teks ini.

1. Mempersiapkan Jalan bagi Tuhan
Kedatangan Tuhan dilukiskan telah dipersiapkan oleh para suruhan-Nya : para nabi, para rasul dan pemberita firman. Membaca ayat 1 akan mengingatkan kita pada suruhan Allah kepada Yohanes Pembaptis beberapa waktu kemudian. Lama setelah mereka sendiri menyadari bahwa apa yang disuarakan oleh Yohanes adalah pertobatan dari baptis air kepada yang lebih besar yang dibawa oleh Yesus sendiri, yaitu baptisan dengan api dan roh (Mat 3, 11).
Seorang pesuruh tidak lebih besar dari sang penyuruh. Dan suruhan bekerja untuk yang memberi suruhan. Ini sdikit membingungkan saat tadi kami membaca dalam bahasa Batak “.. suruanku ma suruanku” (LAI Toba). Tapi ayat ini baiklah difahami sebagai “Allah sendiri yang mengangkat suruhan-Nya; dia bekerja menyampaikan perintah Tuhan kepada bangsa itu”.

2. Yang bertahan hingga Kedatangan Tuhan ?
Siapakah mereka, yang bisa bertahan saat kedatangan Kristus? Teks ini – sebagaimana kita fahami – bukan hanya berbicara tentang penantian orang Kristen dalam tahun gerejawi saja yaitu dalam rangka mempersiapkan natal memperingati kelahiran Kristus. Tapi juga berbicara tentang parousia, peristiwa kedatangan-Nya sebagai hakim, pengadil Agung. Ia akan berdiri untuk menempa, mengayak dan membasuh sehingga mendapatkan orang-orang yang patut berdiri saat kedatangan-Nya kedua kali.
Selain berbicara tentang Advent sebagai kalendar gereja, orang Kristen juga dituntut hidup dalam Adventus yaitu masa-masa penantian itu. Jika hanya berbicara tentang minggu-minggu penantian ini, teks ini meluas kepada pengharapan bahwa orang percaya juga menanti-nanti saat kedatangan Kristus itu sebagai pada akhir zaman.

3. Tentang persembahan yang menyukakan hati Allah
Hidup ibadah dan persembahan adalah bagian yang tidak terpisah dari penantian orang Kristen. Sebagaimana Allah menjelaskan nilai edukatif dari pembuangan dan masa-masa dimana mereka menjadi tawanan di Babel. Yehuda diperingatkan untuk tetap mendirikan ibadah dan persembahan yang benar, yang bukan dilakukan hanya sebagai rutinitas atau bahkan ibadah yang penuh dengan kemunafikan.
Ia juga memurnikan dan mentahirkan kaum Lewi (baca : para parhalado dewasa ini) menjadi pesuruh dan pelayan dihadapan-Nya yang membawa persembahan yang benar dan yang menyukakan hati-Nya.

4. Ibadah Sediakala
“Sejarah” peribadahan orang Israel adalah perjalanan panjang. Saat dimana Allah sendiri mengumpulkan mereka di Sikhem dalam peristiwa amfiktionie, penyatuan oleh Allah. Kala orang-orang datang mempersembahkan korban bakaran dan membawa persembahan lain dengan penuh ketulusan, bukan kepura-puraan dan bukan pula berangkat sikap sebagai kewajiban belaka. Ibadah masa depan yang diharapkan Tuhan berakar pada ibadah mula-mula, seperti sediakala dimana ibadah dan persembahan diberikan dengan hati penuh syukur dan puji-pujian yang rupanya kala itu telah mengalami degradasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s