Nikmatnya Keadaan MATI : Yohanes 11, 25-6

Sebab tidak ada orang yang pernah kembali dari mati, dan kemudian membeberkan kejadian dan apa yang dialaminya menjalani kematian itu maka semua orang secara jasmani takut akan kematian itu. Tidak ada orang yang pernah berhasil mengeksplorasi kematian, dan memberikan tips untuk mengalami kematian dengan senang.
Tetapi menurut ilmu kesehatan, keadaan saat akan mati adalah saat dimana seseorang mengalami suatu kenikmatan yang sangat, yang tidak pernah dialaminya saat ia hidup. Bukan apa-apa, karena dia mengalami suatu pengalaman yang tidak akan pernah terulang dalam keadaan hidup dan mati. Sebab semuanya akan kembali seperti sediakala. Mereka yang sakit-sakitan, yang menderita, yang kelaparan, yang akut sakitnya akan kembali mengalami kesehatan dan keadaan nyaman tiada tara. Lihatlah orang mati itu.
Peristiwa dimana Yesus mengatakan kepada orang-orang disekeliling kubur Lazarus adalah empat hari sesudah ia mati. Menurut tradisi timur kuno ini, setelah 4 hari barulah roh orang mati itu mau beranjak benar-benar meninggalkan raga. Jadi apa yang dikatakan Yesus : ”Akulah kebangkitan dan hidup..” (ay 25) pada teks ini seakan mau menaklukkan kematian yang benar-benar kematian. Ia membangkitkan orang yang benar-benar mati.
Anda pernah mendengar orang yang mati suri bukan? Di Tarutung itu ada pernah orang yang sudah meninggal 3 hari dan saat akan dihallung ke kubur di Sitakka, dia hidup kembali. Tapi sekarang dia sudah mati lagi. Beberapa bagian dunia juga ada peristiwa seperti ini, bahkan ada yang berani membukukan pengalaman “mati”nya selama beberapa saat.
**
Mati kecil adalah saat dimana kita merasa sangat sangat kesepian. Kesunyian di tengah keramaian. Kekosongan dan perasaan kehilangan. Tapi ini “mati besar” mati yang sesungguhnya yang dikalahkan oleh Tuhan kita. Mungkin beberapa waktu kemudian Lazarus akhirnya mati. Beberapa orang disekelilingnya, saudaranya Maria dan Marta pun mati. Bahkan kelompok Sadusi, salah satu puak yang tidak percaya akan adanya kebangkitan pun mengalami dan mendengar ucapan dan peristiwa dimana Yesus membangkitkan Lazarus pada saat itu.
**
Percaya kepada Tuhan, itulah yang membangkitkan iman akan adanya kebangkitan dari kematian. Bahwa kematian bukan ujung dari ikhwal perjalanan orang percaya. Bahwa kepercayaan kepada Tuhan ini saja yang membangkitkan dan menghidupkan kita.
Itupun apa yang diberitakan Yesus sendiri tentang hidup dan kehidupan (zoe) berbeda dengan hidup duniawi. Ia memberikan hidup – lebih hidup, seperti kata iklan hehe – yang berarti dan berdaya guna. Kehidupan sebenarnya, yang bahkan mati, kematian maut pun tidak dapat mengambilnya, bahkan sesudah ia mati.
Percayakah engkau akan hal itu?

2 comments

    1. i ma da, songon na hebat do tutu. alai manang marga aha pe i nunga mate muse.
      Holan on na ma, hangoluan dohot haheheon na binoan ni Tuhanta ndang taluhonon ni hamatean i be

      Selamat Tahun Baru Gerejawi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s