Nasrudin Looking For Tumiur

Alkisah, Nasrudin sang mullah itu kehilangan uang di rumahnaya. Ia menjadi gundah karena koin uang yang hilang itu dan berusaha mencari-carinya. Tak lama kemudian dia sudah sampai di halaman rumahnya untuk terus mencari uangnya itu. Seorang tetangganya heran melihatnya, dan bertanya, “Apa yang kau cari Nasrudin?” “Saya mencari koin saya”, jawabnya. “Dimana uangmu hilang?” “Di rumahku”. Lalu kenapa kau mencarinya disini, tanya orang itu lagi. “Karena disini lebih terang”.
Nasrudin merasa lebih aman mencari di tempat yang terang, di rumahnya gelap dan pengap. Lebih sering berada di tempat sekarang, meski bukan tempat yang patut.
Mereka yang tumpaknya tak cukup berarti membantu hasuhuton tapi komentarnya paling banyak tentang itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s