Di Hotel

Cerita ini mungkin ada benarnya. Pada awalnya diberitakan oleh St Raliman Siallagan, pensiunan dari PT Pertamina beberapa waktu lalu. Temanya masih sekitar optimisme menjadi orang Batak – tapi bukan primordialisme sempit ya -.
Bahwa orang Batak harus tetap optimis dan bahkan bangga dia menjadi Batak, atau suku bangsa lain sebagaimana dia.
Tapi kegelisahan tentang banyak orang, bahwa terjadi banyak kemunduran dan ketertinggalan orang Batak katanya karena mereka terlalu sering menginap di hotel. Loh!? .. Kok menginap di hotel. Karena masih terlalu sering singgah di rumah “hosom, teal, elat dan late” ini maka sulit orang Batak maju. Karena hosom (dendam), atau teal dan elat (kurang lebih artinya iri dan tidak senang orang lain maju) dan juga late sebagai bentuk keinginan menyusahkan orang lain, maka usaha sulit berkembang sebagaimana juga kerukunan sulit dicari. Karena apa ya!?
Pesannya, “jangan terlalu sering menginap di Hotel”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s