Telaah dan Telah dari Jamsostek di HKBP Distrik V Sumatera Timur

jamsosteKKemaren tanggal 30 September, setelah sermon distrik diadakan pembicaraan tentang layanan jaminan sosial dari PT Jamsostek Persero. Hadir pada saat itu utusan dari 44 ressort di distrik ini sekitar 80 orang, kemudian Kadep Diakonia Pdt Nelson Siregar, dan juga narasumber PT Jamsostek, wilayah 1 yang membawahi sekitar 9 kabupaten kota di sekitar Simalungun dan Pematangsiantar.
Ini bukan tandingan dari Asuransi Kesehatan yang sudah dicanangkan Kantor Pusat HKBP, tetapi lebih terbuka bukan hanya pada pelayan penuh waktu, tapi juga sintua dan warga jemaat. Jika pada asuransi kesehatan lalu – memang lalu tapi disini hanya 22 ressort yang sudah melunasinya, jadi masih setengahnya – memang menimbulkan “keributan” ditengah warga, sebab ditengarai banyak pendeta yang agak kesulitan memberlakukannya.
Dari 4 produk yang ditawarkan Jamsostek kepada HKBP, ada dua yang cukup potensial dapat dilakukan di setiap jemaat, yaitu kecelakaan kerja dan kematian. Sintu yang hampir pension pun bisa ikut, sebab akan diberikan surat keterangan bahwa yang bersangkutan masih melayani di wijk, sektor atau lunggu di jemaat tsb.
Yang paling perlu dibicarakan kemudian adalah dana untuk menalanginya, bisakah dari kas atau fonds yang biasanya dibagikan pada akhir tahun? Jadi sekali lagi program ini menggugah kebersamaan kita. Jangan-jangan seperti di kebanyakan jemaat HKBP belum apa-apa hasil persembahan pemberkatan nikah sudah dibagi-bagi hanya kepada mereka yang datang dan ikut melayani disitu. Yang tidak datang ya tidak usah. Bah ..
Pada pertemuan kemaren PT Jamsostek (Persero) membagikan secara simbolis 49 kartu kepada ressort-ressort, namun hanya atas nama pendeta ressort yang bersangkutan. Jadi pertemuan ini bukan ngomong-ngomong saja rupanya, langsung dibagi kartunya.
Mudah-mudahan program ini dapat direspon dan dijemaatkan segera kepada jemaat dan pengerja gereja, sehingga semuanya mendapat layanan jaminan sosial. Bukan hanya para pelayan penuh waktu, nanti dianggap sok sial lagi, hehe…
Kedepannya, sekali lagi yang diperlukan gereja mainstream ini – supaya jangan tinggal nama besar saja – mungkin adalah perlunya pengelolaan dana-dana yang ada dan juga pengalokasian yang tidak terlepas dari prinsip akuntable dan transparansi.
Ini pasti bisa.

Terkait, misalnya Tentang Uang
PT Jamsostek (Persero)
Int`l Social Security

Health is not everything, but without health everything is nothing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s