Familia Dei

Alamak, sudah baca familiadei-nya Pdt Daniel? Ya, idenya sendiri dari keterangan Praesses HKBP Distrik V Sumatera Timur (Pdt Piter Hutapea, MTh yang baru sembuh dari bypass di Penang) tentang keimaman segala orang percaya dalam 1 Petrus 2, 9. Pandangan bahwa setiap orang adalah saudara oleh karena Tuhan. Segala suku bangsa dan ras kemudian adalah bersaudara didalam Tuhan.
Familia Dei sendiri kurang lebih artinya adalah keluarga Allah. Jadi orang kristen adalah anggota dan warga dari keluarga Allah, yang lebih khusus lagi dimulai dari setiap keluarga batih. Keluarga adalah jemaat sel terkecil dalam familia dei, di dalam mana Allah menginginkan setiap keluarga memancarkan berkat dan tampak sebagai mereka yang duduk dan diam bersama-sama dalam sukacita dan kebahagiaan (dengan rukun; LAI) (Mazmur Mzm 133, 1-3).
Umumnya yang paling banyak dikeluhkan orang Batak dalam hal ini adalah sulitnya menciptakan kedamaian dan kerukunan dalam keluarga tentang harta warisan (teanteanan). Perihal yang sama juga ditemui dalam banyak kasus di Israel, mereka akan saling mendendam, memfitnah dan bahkan mengobarkan peperangan dan bunuh membunuh karena warisan : harta, kekayaan, kemuliaan atau takhta dari ayah mereka. Karena kesulitan itu seperti pandangan pemazmur, maka orang Israel berusaha membuat aturan dan peraturan-peraturan agar harta warisan yang ditinggalkan ayah dan orang tua mereka tidak menjadi sumber sengketa. Misalnya, dengan adanya perintah untuk mengelola bersama-sama aset yang ditinggalkan oleh orang tua mereka, demikian ditemui dalam kisah Abraham dan Lot yang terpaksa harus berpisah karena tanah dimana mereka tinggal sekarang tidak lagi mencukupi nafkah bagi mereka dan ternak (harta) mereka. Demikian juga dengan adanya undang-undang levirate marriage (perkawinan ipar), dimana seorang laki-laki dari satu marga meninggal dan tidak memiliki anak lelaki dari perkawinannya; maka haruslah adiknya mengambil perempuan itu menjadi istrinya dan meneruskan nama abangnya itu.
***
Sekarang tentang persaudaraan orang percaya. Ada beberapa contoh dalam kitab suci menggambarkan persaudaraan dan persahabatan. Mulai dari kisah Kain dan Habel, Abraham dan Lot, juga keduabelas anak-anak Yakub; semuanya sebuah persaudaraan karena hubungan darah dan keluarga. Namun yang dapat dijadikan sebagai teladan dari persaudaraan itu adalah hubungan Daud dan Yonathan (1 Sam. 20, 1-23). Keterpaduan persahabatan Daud dan Yonathan tidak hanya karena kepentingan harta warisan, takhta dan jabatan atau lain duniawi, mereka berikrar mengasihi sebagai saudara dan sesama bahkan sampai keturunan mereka tentang indahnya persaudaraan itu. “.. antara aku dan engkau, sesungguhnya, TUHAN ada diantara aku dan engkau sampai selamanya” (1 Sam. 20, 23).
Familia Dei diikat bukan dengan kepentingan dan warisan dari dunia, tetapi oleh karena Tuhan berada ditengah-tengah kita, antara aku dan engkau. Demikianlah setiap orang ditebus menjadi warga keluarga itu, Familia Dei.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s