Amatiran Di Salib Kasih

amatirJika Anda hari-hari ini berkunjung ke wisata iman Salib Kasih di Desa Simorangkir, Siatas Barita Tarutung jangan heran sekarang banyak berkeliaran tukang foto amatiran yang memaksa. Mereka akan mengikuti kita dan memaksakan sambil terus memaksa agar kita berfoto di depan patung Nommensen.
Bagi mereka yang tampaknya baru kali ini ke Salib Kasih Tarutung, mungkin ini tidak masalah. Namun setelah agak lama tukang foto amatiran ini mengikuti, terus sampai ke atas barulah kita agak jengah juga. Sebabnya, foto dengan latar salib setinggi 31 meter itu dihargai Rp. 20.000 per gambar. Dan sekali, dua kali, akhirnya mereka jadi mengganggu.
Ya bagi saya, mereka cukup mengganggu, karena berulang kali saya sudah ke Salib Kasih tidak ada perubahan perjalanan rohani. Yang ada hanya kekacauan akibat tukang foto amatiran pemaksa ini dan lahan yang tidak terurus dan kesannya dibiarkan begitu saja tak tertata.
Ke depan, mungkin pemda Taput harus bekerja keras menata dan menata ikon kot Tarutung ini, agar kesan perjalanan dan wisata rohani lebih berarti. Misalnya, penataan lapak-lapak souvenir dan penertiban para tukang foto dan lain-lain di sekitar Salib Kasih. Sementara itu, bekerjasama dengan BKAG Kab Taput dapat diadakan kebaktian rutin sehingga membantu pengunjung yang datang ke sana.
Asa unang parsahalian..

Advertisements

7 comments

  1. Na denggan do nian i na didokmi, alai boha ma baenon ni pemerintah setempat lao padenggatton songon i alana maol dope kesadaran dihita aka halak batak natarlumobi molo parluat ido nasida

    1. i ma da, sapandapot do hita di hurang ni kesadaran dope. Alai hl 100 km sian i adong do Taman Iman Sitinjo Sidikallang, jala laos adong do nang par’kamera” songon i. Alai nunga lebih maraturan, ala dikelola pemerintah setempat do, jala tangkas do nasida huroha dikoordinir. Anggiat ma lam tu dengganna tutu pengelolaanna, laos tubu muse nang kesadaran bersama asa sude parawisata di bona pasogit ndada parsahalian.
      Setuju..!?

  2. hmmm, memang hal-hal seperti itu menjengkelkan. tujuan utama kita untuk wisata rohani, eh malah diganggu sama acara foto-foto. mudah-mudahan pemkab membaca ini dan segera bertindak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s