Final Debate Capres

Sesaat sebelum “satelit” debat akan diputar lagi di MetroTV saya harus menuliskan ini, pada 09.21pm. Bahwa debat pamungkas yang ditayangkan oleh stasiun TV swasta RCTI ini di Gedung Sarbini menggambarkan perjalanan bangsa kita yang akan mengadakan pilpres pada 8 Juli mendatang. Ada beberapa catatan – tak terlalu penting mungkin bagi Anda, sebab semua kita mengikuti tayangan debat pamungkas itu, terlebih dengan materi yang seluas itu dipaparkan mereka yaitu NKRI, Demokratisasi dan Otonomi Daerah :

1. Bahwa benar banyak pulau terluar – atau pulau terdepan, atau apa saja namanya – di negara ini digambarkan dengan debat ini. Sang ibu berada di luar debat, tidak ikut berdebat. Ibu Mega memang berada di mimbar yang bukan debat. Saat ditengarai tidak bernuansa debat, sekarang para capres mau berdebat meski belum sesi mendebat capres lainnya dalam acara ini. Tapi debat, bagaimana pun juga bukan untuk sekadar mencari menang atau kalah seperti permainan anak-anak di depan rumah kami. Lebih dari itu, materi debat memang belum substansial – lihat saja betapa berubah air muka Bapak SBY – saat Bapak JK mengatakan bahwa iklan politik capres nomor 2 tidak demokratis, karena ingin menciptakan image pilpres satu putaran, masalahnya naif juga menghemat biaya pilpres. Masalah uang rakyat.
2. Bahwa debat ini tidak cocok dengan budaya Indonesia, apalagi dengan NKRI. Sebaik apapun rancangan KPU sekarang mempertemukan para calon, tokh tepa selira tenggang rasa dan akhirnya tunjang saja, yang mendominasi. Seorang JK juga meminta maaf untuk mengatakan bantahannya tentang sebuah iklan politik. Seorang moderatornya juga ikut disitu, bah minta maaf saat menanyakan masalah DPT kepada Bapak SBY. Lagi-lagi minta maaf. Belum apa-apa sudah minta maaf.
Di negara asalnya kan, debat seperti ini diadakan atas dua calon demokrat dan republikan yang siap berdebat karena – ini catatannya – karena berhadap-hadapan. Dan debatnya sukses bro. Bagaimana mungkin ada tiga orang siap-siap berdebat, alih-alih menghadapkan wajahnya ke sana dia akan cenderung berpaling ke moderator atau paling tidak ke audiens. Tatapan mata masih menjadi pokok penting perdebatan kita, sama seperti urusan remeh temeh lainnya, berjabat tangan dlsb. Huh, sungguh bukan substansial debatnya, ya paling tidak menurut saya.
3. Tentang pemakaian waktu. Saya memang memperhatikan ini. SBY hanya memakai 27 detik waktunya dari 1 menit disediakan, dan memakai lebih banyak waktunya itu untuk “balas dendam” tentang sorotan JK tentang iklan politiknya. Pun, JK tak mau kalah. Dengan dalih debat sudah mempersiapkan retorika ya atau tidak untuk mengatakan bahwa iklan politik 1 putaran ternyata illegal. Tiga perempat kesempatannya untuk klarifikasi juga difoya-foyakan untuk menawab tak mau kalah. Bah!? Megawati adalah calon yang paling tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Mungkin karena seorang ibu, semuanya tak tersalurkan dengan baik dan mengalir waktunya tak efektif. Hampir semua sesi pertanyaan kepada dirinya tak pernah ada yang tepat waktu, semuanya molor. Jadi pesimis juga kita melihat satu-satunya calon perempuan ini, hehe. Tapi, jangan khawatir Ibu Mega, nanti hasil pilpres tanggal 8 Juli menjadi penentunya. Bahkan, JK menyia-nyiakan 1,34 menit waktunya saat menyampaikan pernyataan awal dan merasa cukup karena menganggap terpuaskan sisi kemenangannya mengkritik iklan politik capres nomor 2.
Satu-satunya yang tepat waktu bahkan berlebih dan itu dia kesannya mubazir adalah saat pertanyaan pamungkas, apa yang akan dilakukannya jika tidak terpilih nanti? Tak perlu memakai waktu. Cukup normatif dan ini memang dapat dimaklumi. Mengabdi dan berbuat baik. Ya, mau apalagi. Tidak ada lagi waktu untuk debat seperti ini.
Tapi, jangan-jangan acara kita ini memang buang-buang waktu saja. Mudah-mudahan tidak, sebab minimal kita sudah menilai, mencatat janji dan program yang mereka lakukan demi kebaikan bangsa ini.
Catatan lain…

Recently post 09.44pm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s