Betul!?.. Karena Pilpres

Selama ini memang koneksi disini down, sangat down dan terus error. Mungkin karena mau pilpres, fikirku. Haha, … Memang mudah kan mencari alasan dan menghubung-hubungkannya dengan semua peristiwa. Terutama pada hari-hari ini memang semuanya serba dihubungkan dengan pemilu. Gampang bukan!? Bukankah itu yang menjadi alasan instansi-instansi sekarang saat dimintai menyelesaikan urusan. Itu juga dipakai para pedagang untuk kesempatan menaikkan harga jual dan seterusnya menekan harga untuk membeli dari orang lain. Semuanya dihubungkan dengan pilpres. Jangan-jangan jika anak tidak mau makan sekarang, malah dibilang ekses dari pilpres, hehe…

Pasca pemilihan umum legislatif 9 April lalu memang, pilpres ini memang menjadi rentetan peristiwa penting dalam kehidupan bangsa kita. Semua dari kita mengikuti Debat calon presiden dan wakil presidennya. Semua kita merasa bangga, trenyuh hingga meneteskan air mata karena semangat kebangsaan ini; atau kadang penuh emosi dan kebosanan serta jengkel mendengar seorang dari mereka berjanji, dan itu-itu saja. Meski demikian peristiwa ini menurut saya, betapa pun membosankannya bagi kita, atau bahkan bagi sebagian besar dari 907 jiwa yang masuk DPT di dusun ini tidak berarti apa-apa tetap menjadi tonggak-tonggak demokrasi dalam perjalanan bangsa ini.

Karena tanggal 8 Juli datang adalah hari rabu – malamnya kami biasa mengadakan ibadah rumah-rumah –kemungkinan kami akan mempercepat hari peribadahan itu menjadi hari Selasa. Jadi malamnya, satu malam sebelum pemilihan umum presiden dan wakil presiden RI ini kami punya kesempatan untuk “mendiskusikan” apa yang harus kami lakukan di pencontrengan akbar itu. Gerakan hebat bukan!? Kami akan mendiskusikan pilpres ini dalam hubungannya dengan masa depan gereja. Bukan substansi politiknya, apalagi muatan sistemiknya. Tapi kami akan tetap berdiskusi, siapa sebaiknya yang harus dipilih menjadi pimpinan di negara ini. Jadi gereja membantu nande, ompung na matuah atau juga pemilih pemula disini mengerti siapa mereka, sebab percakapan mereka di debat presiden memang belum cukup dimengerti bahasanya. Apa itu kuratif, preventif, revitalisasi dlsb. Itu adalah bahasa asing bagi sebagian besar, selain itu juga situasi yang berkembang terakhir ini akan menjadi bahan diskusi ini, termasuk ilusi negara islam betotan Abdulrahman Wahid. Bah, hebat bukan!? Ya ini semua karena pilpres.

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s