Dimana Firman diperdengarkan, Disitu Roh Kudus Ada; Scrap Kotbah Ulaon (Kisah Para Rasul) 10, 44-8

Peristiwa dimana Kornelius diterima sebagai bagian dari orang percaya pada saat Kisah Rasul adalah peristiwa terbukanya keselamatan bagi semua orang.
Ada baptisan dimana Roh Kudus belum hadir (19, 3-6); namun ada juga saat kala Roh Kudus bahkan mendahului pembaptisan. Ini merupakan sebuah kekhususan dari Roh Allah, dimana Dia hadir tidak terbatas oleh waktu dan ruang sebagaimana dimengerti oleh manusia. Dia tidak dibatasi oleh pemahaman manusia yang terkadang diskriminatif, dimana dibeda-bedakan keadaan, status dan eksistensi seseorang lainnya.
Roh Kudus tidak terkurung oleh primordialisme sempit (apalagi ideologi, kedaerahan semata). Ia bebas dalam Diri-Nya untuk mengaruniakan pelbagai-bagai karunia (1 Kor 12).
Sebagaimana kita ketahui, paling tidak ada empat (4) manifestasi Roh Kudus sepanjang dituliskan oleh alkitab :
1. Roh Kudus memampukan kita untuk beriman, mampu mengimani Tuhan kita (1 Kor 12) sebagaimana diyakini Ia tidak bekerja diluar alkitab.
2. Dinamis dan Exousia. Manusia tidak bekerja dari diri, kemampuannya saja. Ada Roh Kudus yang memampukan kita bekerja; sebagaimana ia bekerja pula membuat otoritas pada apa yang kita kerjakan. Ini penting sebab diri kita dan pekerjaan kita dikuasai oleh Roh itu.
3. Karunia Roh. Kita yakin bahwa karunia itu diberikan sesuai dengan kehendak Roh, dan karena itu tidak sama.
4. Buah-buah Roh. Gal 5 mendaftarkan beragam buah Roh, dan yang paling besar dari antaranya adalah Kasih (1 Kor 13).

Karena Kitab Para Rasul ditulis oleh Lukas, kitab ini sangat jelas membuka kran universalitas. Sebagaimana difahaminya, bahwa bahasa Roh adalah bahasa yang dimengerti. Teks ini berbicara tentang bagaimana orang “lain” yang bukan Yahudi juga mengalami pengalaman yang sama sebagaimana pernah terjadi turunnya Roh Kudus di Yerusalem (fasal 2) dan sekarang terjadi pula pada orang diluar Yahudi yaitu kafir, sipelebegu (ay 45).
Kotbah Petrus pada peristiwa “global village” ini membuka mata bahwa dimana firman itu diperdengarkan disitu Roh Kudus ada dan membawa pemahaman dan pengertian. Ia datang untuk dimengerti, ingin dimengerti dan selalu dimengerti. Bukan bahasa yang tidak terfahami, atau in trance yang sekonyong-konyong membawa pemahaman pada kelompok tertentu saja. Betapa kerdilnya Roh itu, andaikata ada orang mengatakan bahwa Roh turun hanya pada mereka. Bahkan Rasul sendiri kemudian tidak membantah bahwa Roh Kudus dicurahkan untuk semua orang yang percaya dan mau dibaptis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s