Unang ho mabiar, ale punguan na metmet! Ai naung dihalomohon Amamuna do, mangalehon harajaonna i tu hamu; Lukas 12, 32

Perihal kerajaan Allah sudah sering kita dengar sebagai santapan rohani kita. Bahwa tujuan akhir dan tanah air selama-lamanya yang kekal bagi kita adalah di surga (Fil. 3 20). Bahwa sukacita terbesar bagiku adalah melihat diriku ada disana pada waktunya nanti, ditengah-tengah kumpulan orang yang bersukaria karena diselamatkan. Disana semua orang sama, dianggap sama sebagai warga kerajaan itu; dimana tuannya adalah Tuhan sendiri.
Tapi ini bukan masalah hitung-hitungan membagi kuasa, kuasa dan jatah sebagaimana yang kita dengar di hari-hari belakangan ini; belum apa-apa sudah gonjang ganjing tentang hal bagi-bagi kuasa dan jatah kementrian di parlemen. Bukan seperti orang tua murid Yesus dulu yang keblinger minta jatah seorang disebelah kanan dan seorang lain disebelah kiri Tuhan. Dipikirnya kerajaan Allah seperti kekuasaan atau kerajaan di dunia ini yang memerlukan penasihat, dewan pertimbangan. Kerajaan surga itu adalah perihal kebenaran, keadilan dan damai sejahtera serta sukacita yang dari Roh Kudus (Roma 14, 17). Itu yang akan diberikan Tuhan kepada kumpulan “kecil” yang akan menjadi besar karena kepercayaannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s