Hari Ini Warga Jorlang Huluan Berpesta Demokrasi

Sebagai para debut disini banyak istilah yang terdengar gumodang do na talu annon, sesaat sebelum hasil penghitungan suara pemilihan pangulu dilakukan. Artinya kira-kira adalah, nanti hasil pemilihan ini akan lebih banyak yang kalah daripada pemenang. Memang pemenangnya hanya satu saja bukan.
Sikap seperti ini menunjukkan itikad baik dari para warga menyikapi proses demokratisasi di negara ini. Jadi demokrasi itu bukan hanya tontonan di kotak ajaib, atau hanya berlaku di senayan. Mereka hari ini juga merayakan pemilihan ini, terlepas dari siapa pemenangnya, tokh semuanya adalah keluarga.
Demikianlah bagi saya, paling tidak sekali atau dua kali lagi pemilihan seperti ini akan menjadi lebih berarti dalam proses pendewasaan watrga dalam mencapai pemahaman tentang demokrasi. Dengan tetap semangat dan tanpa dikotori oleh money politics mudah-mudahan ke depan pemerintahan di nagori ini dapat berjalan semakin baik. Harapan demi harapan pasti kita sampaikan kepada Pangulu yang baru beserta perangkat-perangkatnya.
Hasil akhir dari penghitungan suara juga menandakan bahwa suara memang tidak terfokus pada satu dua calon saja. Artinya, sebagai debut memang ini menjadi pengalaman berharga bagi semua calon yang ikut dalam pemilihan pangulu kali ini dan juga semua warga pemilih.

Berikut hasil akhir penghitungan suara Pemilihan Pangulu Nagori Jorlang Huluan 20 mei 2009 :

suarakhiR
jumlakhir.pdf

Antusiasme
Betapa pun hasil ini, sedikit banyak sudah diprediksi sebagian orang. Meski debutnya tidak kentara diawalnya, namun Situmorang ternyata meraih lebih banyak simpati dari orang sekampungnya. Lihat saja perbedaannya dari calon lambang gambar kelapa (Disman Manik) dan padi (Horasman Sipayung). Mereka semuanya berpeluang sama pada awalnya, mengingat jejak rekam masing-masing calon belum banyak dikenali orang. Mereka diketahui hanya sebatas karena pekerjaan masing-masing dan dengan demikian tidak ada yang under dogs maupun upper dogs. Semuanya newcomers.
Yang paling banyak terlihat adalah antusiasme warga mengikuti acara pemilihan ini dari awalnya hingga berakhirnya penghitungan suara. Tidak terkecuali dari kaum muda, yang tua dan anak-anak ikut berdebar-debar menanti hasil pengumuman, karena semuanya adalah keluarga bukan. Dari keseluruhan jumlah warga yang dapat memilih yaitu 803 orang, 661 hadir dan memberikan suaranya. Dengan tingkat kehadiran hampir 82% ini cukup membuktikan antusiasme warga mengikuti pemilihan ini. Dari jumlah itu 3% (22suara) blanko atau golput atau dianggap batal, juga menunjukkan tingkat kepedulian warga pada calonnya. Mana ada jumlah pemilih legislatif kita temui sebanyak itu hadir dimana pun di republik ini pada 9 April lalu. Ini membuktikan bahwa memang warga peduli dan semakin sadar akan tanggungjawab itu.

Kepanitiaan
Satu catatan kecil bagi saya sendiri, mungkin pada waktu yang akan datang hendaknya akomodasi dan perlengkapan panitia semakin dilengkapi. Ditambah lagi waktu yang tepat akan sangat menolong orang banyak dan panitia untuk menghargai waktu. Untung saja saya dapat “wildcard” tadi pagi, karena harus pergi ke sermon distrik hari ini di Pematangsiantar maka saya meminta supaya didahulukan. Pemilihan akhirnya disepakati dibuka pada pukul 08.00Wib padahal undangan yang disampaikan panitia pukul 07.30Wib dan ditutup pada 13.30Wib.
Ini mungkin memerlukan pengorbanan dari semua. Sudah waktunya mungkin perangkat desa dan seluruh warga memilih orang-orang yang tepat sebagai pelaksana, misalnya dengan mengikutsertakan representasi kaum muda dan tua, dusun dan lain sebagainya. Jadi bukan karena hanya tokoh Maujana (tua-tua desa) saja, sehingga tidak terkesan 4L, Lu lagi lu lagi. Ini semuanya diperlukan mengakomodasi kebutuhan dan aspirasi warga keseluruhan.
Memang ini agak dilematis, mengingat bagaimana pun juga biaya dan ongkos pemilihan pangulu (kepala desa) agaknya dibebankan sepenuhnya pada para calon. Karena itu ada anggapan semakin banyak calon akan semakin murah ongkos atau dana yang dikeluarkan seseorang untuk menjadi calon. Sempat juga terdengar misalnya, karena tiadanya pengeras suara warga harus berbondong-bondong di sekitar balai desa yang relatif tertutup itu untuk mendengar penjelasan panitia tentang tata cara pemilihan. Jadi semuanya kembali kepada kita semua, warga untuk menyikapi dan memikirkan sebaik mungkin agar pelaksanaan pemilihan seperti ini dapat terlaksana dengan baik.
**
Selamat kepada Situmorang pangulu yang baru, selamat bekerja dan mengabdi kepada desa dan warga. Jangan lupa akan janji-janji waktu kampanye dulu, mengutamakan kepentingan banyak orang diatas kepentingan golongan dan kelompok. Selamat berlomba-lomba mencapai kesejahteraan bersama melalui kerjasama dan pemberdayaan dengan semua warga desa.
Selamat juga kepada seluruh warga desa Jorlang Huluan. Mari membangun bersama, kesejahteraan jasmani dan rohani.
Viva voters

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s