Pilpang : Pemilihan Pangulu

Hiruk pikuk pemilihan presiden mendatang tak sebanding dengan pilpang, pemilihan pangulu disini.
Hari rabu mendatang adalah hari bersejarah bagi semua warga nagori Jorlang Huluan, karena disitu akan diadakan pemilihan kepala desa (pangulu) nagori Jorlang Huluan.
Ada 5 calon pangulu sebagaimana disyaratkan peraturan daerah (perda) Kab. Simalungun.
Mereka adalah Horasman Sipayung (lambang padi), Yosef Arbiden Napitu, SH (lambang jagung), Rajamin Situmorang (lambang pisang), Disman Manik (lambang kelapa) dan Efrianto Ambarita, Amd (lambang nenas). Kelimanya akan bersaing untuk meraih suara dari kl 798 jiwa penduduk nagori Jorlang Huluan, yang terdiri dari dusun Huta Pohon, Pamatang (panumpak), Bahal Dosi, Marihat Huluan, Huta Kopi, Pongkalan Dolok, Marihat Gunung, Gunung Hariahan, Lumban Tonga-tonga dan Bah Bangun.
Selain karena kekerabatan di desa ini tidak banyak perbedaan dari mereka semua, dan ini menjadi kelebihan. Tiga calon berasal dari gereja katolik, Rajamin dan Efrianto (dari gereja yang sama, bahkan Rajamin adalah KDS ketua Dewan Stasi Jorlang Huluan) dan Yosef dari Stasi Lumban tonga-tonga; Horasman dan Disman berasal dari gereja HKBP Jorlang Huluan (bahkan Horasman adalah salah seorang sintua disini).
Pada pemilihan kali ini tidak akan banyak perubahan menurut Maujana (Dewan Tua-tua) di kampung ini. Pada pemilihan lalu juga ada beberapa calon dari latar kekeluargaan, seorang calon pangulu terdaftar harus ikut menanggung biaya pelaksanaan pemilihan. Kini hampir 2,7 juta diwajibkan bagi sang calon untuk memenuhi logsitik dan peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam pemilihan pangulu ini.
Vote for WinSabas
Berbeda dengan pemilihan legislatif beberapa waktu lalu, kemungkinan besar pemilihan pangulu ini menarik lebih banyak orang. Pasalnya, pemilihan legislatif lalu hanya beberapa warga yang cukup antusias berusaha mengenali para calon; sedang pemilihan pangulu ini hampuir semua orang dipastikan akan bisa hadir memberikan suara mendukung pilihannya.
Mungkin akan diperlukan dua atau tiga kali lagi pilpang agar masyarakat semakin obyektif dalam memilih calon pangulunya.
Dengan latar pendidikan Sarjana Hukum, Yosef diperkirakan akan meraih suara dari basis di Lumban Tonga-tonga terutama dari keluarga batih dan warga gereja katolik disana. Kekurangannya karena dia selama ini dikenal orang tinggal di Pematangsiantar; meski dengan janji kalah atau menang akan menetapo di jorlang Huluan, beberapa warga tidak yakin karena ada beberapa kali pengalaman. Misalnya pangulu Sihaporas yang dalam janjinya akan tinggal disana setelah terpilih, nyatanya tinggal di Siantar. Sehingga ini menyulitkan warga yang ingin mengurus keperluan administrasi, dan operasional desa tidak kelihatan.
Rajamin punya kans untuk meraup suara dari keluarga dan warga gereja RK yang dia pimpin berbagi bersama Efrianto Amd. Perkawinannya yang kontroversial terakhir ini dianggap sebagian sebagai bumerang baginya, karena dipastikan mengurangi simpati hulahulanya sekarang marga Sijabat. Memang selama ini dia sudah bekerja sebagai pengurus gereja disamping sebagai pengurus Komite SDN Marihat Huluan. Aktif dalam membangun kelompok tani, dan sekarang kelompok yang dipimpinnya mendapat satu dari (hanya) dua jatah pengembangan masyarakat PNPMandiri yang diluncurkan pemerintah. Mengenali pemergunaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan sistem pinjaman yang dikenali pemerintah. Periode lalu tidak ikut dalam pilpang karena menganggap Rumahorbo (pangulu sekarang sebagai saudara dekat, dan tidak mungkin bersaing dengan keluarga sendiri).
Horasman punya banyak kesempatan bisa bertemu dengan (banyak) beberapa orang karena menjadi Sekretaris CUMaranatha HKBP jorlang Huluan, yang anggotanya kini mencapai 260 orang yang sebagian besar warga nagori Jorlang Huluan. Selain akan mendapat dukungan dari warga gerejanya sendiri, tapi akan berbagi bersama Disman Manik yang lebih dikenal karena bapaknya, Op Debora (Pak Mangasi) yang aktif dalam mengurus STM, koperasi dan parsahutaon di dusun Huta Pohon.
Hanya Efrianto Amd yang menjadi kuda hitam. Satu-satunya calon pangulu yang masih lajang, dan menamatkan pendidikannya di Medan. Banyak orang berharap dia akan dapat meyakinkan orang tentang keraguan supaya “sama berbagi” dan tak terlalu banyak menguntungkan diri sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s