Pendoa Dinosaurus : 2 Musa (Keluaran) 32, 9-14

Bangsa ini memang bangsa yang tegar tengkuk. Bagaimana tidak. Sebentar saja mereka tidak sabaran menanti Musa turun dari Gn Sinai menerima perintah Tuhan.
Mereka langsung memaksa Harun untuk memimpin mereka menyembah patung lembu emas yang mereka buat sendiri; dan beribadah kepadanya. Pun mereka tak mengingat bahwa mereka adalah orang-orang yang diselamatkan dan dihidupi oleh Tuhan. Dan murka Tuhan Allah sekarang sedang menyala-nyala atas mereka. “Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka..” (ay 10). Murka Tuhan seperti ini seharusnya mereka sadari sejak awal, sejak bangsa itu – bukan karena kebaikannya, bukan karena kepatuhannya, apalagi bukan karena kepercayaannya – dipilih Allah. Ini konsekuensi dari mereka yang tegar tengkuk, si jogal rungkung.
Pernah ada satu jenis binatang yang karena jogal, tegar tengkuk sekarang punah dari dunia ini. Binatang itu adalah dinosaurus. Lebih baik ia berajalan berpuluh kilometer untuk menemukan makanan yang cukup tinggi sehingga dia tidak usah menundukkan kepalanya memakan kayu dan dahan pohon yang ada dibawahnya. Sekarang dia tinggal kenangan di museum sebab dikatakan pernah hidup di dunia ini.
Sekarang? Sekarang juga mungkin masih banyak pendoa dinosaurus, yang memiliki kepercayaan dinosaurus. Mereka meminta dan berdoa, benar! Tetapi mereka tidak mendapat apa yang mereka minta, karena mereka salah berdoa, sebab mereka akan memfoya-foyakan apa yang mereka minta (mis. Yakobus 4, 3). Bukan dari kerendahan hati meminta kepada Tuhan.
Tidak seperti pendoa Musa – dan ini inti cara berdoa kita – yang menganggap dirinya tidak lebih penting dari pada bangsa pilihan itu. Meski Tuhan Allah sendiri telah menawarkan pilihan besar dan memungkin dia menadi bapak segala bangsa. Ia lebih memilih memohon “..kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu – dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau tulis.” (ay 32). Ia sebagai pemimpin lebih memilih punah bersama-sama dengan bangsa yang sudah dipercayakan kepadanya. Solidaritas kemanusiaannya menggetarkan hati Allah sehingga Dia berbaik hati untuk tidak memusnahkan bangsa itu.
Tapi apa pun ceritanya, bukan kuasa manusia itu mengubah kehendak Allah. Keadilan-Nya akan tetap berlaku bahkan jika seluruh dunia ini punah dan hilang. Pun doa jangan dianggap sebagai alat untuk menentukan yang baik untuk kita, apalagi dijadikan seolah sebagai alat untuk memaksakan kehendak kepada Allah. Karenanya, akhirul kalam Allah-lah yang berubah. Dia-lah yang berprakarsa dan hanya inisiatif-Nya yang kita lihat dalam teks ini. Teks ini benar-benar menggambarkan pekerjaan dan karya Allah saja, Dia-lah aktor utama sehingga umat Israel tetap ada hingga kini. Sama seperti pekerjaan dan karya-Nya sajalah, sehingga kita sekarang dapat berdoa.
tung halak na margogo sipartangiang i..
Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s