Jahowa ma hatogaonku dohot pujipujionku jala manjadi hatuaonku. Ibana do Debatangku; pasangaponku ma Ibana. Debata ni damang do Ibana, patimbulonku ma Ibana; 2 Musa 15, 2

Ini juga bicara tentang “dinasti” meski dengan arti tujuan yang berbeda. Hari-hari ini banyak anak pejabat, istri, suami, kerabat atau bahkan pacar si pejabat yang ikut-ikutan menjadi anggota dewan yang terhormat. Ada yang sekadar menompang ketenaran sang pejabat pendahulu, tetapi tidak memiliki pengalaman sebagai politisi. Dengan modal minim itu sangat mungkin mereka tidak produktif sama sekali dalam kenegaraan apalagi tentang keperpihakan kepada rakyat banyak.

Tapi bagian ini berbicara tentang “dinasti” yang lain. Musa dan orang Israel menyadari bahwa kepercayaan dan iman mereka adalah “warisan”. Yang dipercayai oleh ayah dan leluhur mereka kini menjadi kepercayaan mereka. Sebab, banyak dari kita juga memiliki iman yang sama dengan ortu bukan. Mereka yang membawa kita – sebagai Israel baru – ke baptisan kudus dimana Allah sendiri memeteraikan keselamatan itu kepada kita, meski kita belum mengerti tentang itu.
Seharusnya tugas bapak mewariskan imannya kepada anak. Ia menularkan pemahaman yang benar tentang Allah sang penyelemat kepada anaknya. Orang tua memperkenalkan Tuhan kepada anaknya. Jangan bangga punya anak yang berbeda imannya dengan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s