Chrome 1.2 vs Opera 9.5

Antusiasme Anton Pardede di PCMedia edisi 02/2009 atas Chrome 1.0 juga membuat saya ingin mencoba browser ini. Menurut Pardede yang menjadi kelebihan Chrome adalah sisi smart prefetching DNS, yang konon bisa secara otomatis menerjemahkan link di postingan menjadi alamat IP.
Mendownloadnya memang memerlukan kesabaran (bagi saya :() karena masih mengandalkan GPRS dan jadilah 534Kb-nya Google Inc. Chromesetup ini dalam 10 menit. Dan kemudian dipandu ke install Chrome 1.2. semuanya menghabiskan kl 10Mb pulsa TelkomselFlash saya haha…
Setelah saya coba, uh memang karena sudah terbiasa dengan Opera ini, maka Chrome tidak seperti yang digemborgemborkan. Untuk membuka blog ini saya menghabiskan kl 7 menit dengan Chrome dan hanya 2,6 menit dengan Opera (dgn catatan image off). Tak ada pilihan untuk mematikan gambarnya (atau bukan!?) di Chrome, ini pasti menjadi pilihan bagi saya terutama dengan masih mengandalkan koneksi 2G ini. Boha ma dihutahuta, ndang naung hebat i ale..
Ok, jadi bagi saya memang Opera masih menjadi pilihan utama; selain karena lebih banyak pilihan setting juga preferensinya. Tentang tawaran keamanan browsing dengan Chrome – jelajah tanpa jejak – akh, ini pasti ada apa-apanya :P..

Baca juga ulasan Darmawan : Opera Mini Sepanjang Masa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s