Jahowa do siparmahan ahu, ndang tagamon hurangan ahu; Psalmn 23, 1

Istilah “gembala”,”penggembala”, “penggembalaan” dan lain-lain mungkin sering kita dengar dan sering pula dihubungkan dengan tugas gereja. Tugas ini merupakan salah satu warisan Tuhan kepada jemaatnya di seluruh dunia, untuk menggambarkan penggembalaan yang dilakukan oleh Tuhan sendiri kepada warga jemaat.
Tapi ternyata tugas menggembalai ini bukan hanya tugas gereja secara institusi, lebih dari itu seorang kristen adalah gembala, minimal untuk dirinya sendiri, untuk menjadi kepala keluarga, pekerjaan dan lain sebagainya. Ia menggembalai dirinya sendiri untuk tujuan tuntunan Tuhan. Mengalahkan godaan dan ajakan dunia, untuk mengendalikan nafsu keserakahan dan egoisme. Tugas itu mencerminkan Allah sendiri menjadi gembala, seperti nyanyian syukur Daud ini. Gembala yang baik itu selalu mengajak dan mengarahkan kawanannya ke padang berumput hijau dan mengalihkannya pada sumber mata air kehidupan jernih untuk memberinya minum. Tak pernah sekali pun terfikir olehnya untuk menyesatkan apalagi untuk mematikan gembalaannya; selalu menghidupkan.
Bahkan “Tuhan adalah gembalaku, aku disuruh makan rumput”.

Advertisements

One comment

  1. Mengapa Tuhan Selalu memilih Orang yg tidak begitu di perhitungkan sampai saat ini..inilah misteri yg tidak bisa ku jawab…..seperti saya yg telah menerima Titah Langsung dari Tuhan melalui Roh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s