Paserep hamu ma rohamuna maradophon Tuhan i, dung i patimboonNa ma hamu; Jakobus 4, 10

Ini tentang merendahkan hati dihadapan Tuhan. Berbeda dengan hal mencari muka, angkat telor atau sekadar tebar pesona kepada sesama, kepada tetangga apalagi kepada atasan atau pimpinan. Bisa saja motivasi untuk melakukan hal ini berbeda dengan hal merendahkan hati, menjatuhkan hati dihadapan Tuhan.
Berulang kali kita sendiri mengalami bahwa mereka yang ingin menjadi dihormati sebenarnya terbentur dengan perasaan tak dihargai pantas; orang yang kepingin mulia dan agung tak mendapat apa yang mereka inginkan. Jadi keinginan kita selalu berbeda dengan kenyataan. Karena itu ada orang yang gila hormat, gila mulia dan karenanya gila kedudukan.
Mengejar kasih karunia Tuhan tidak memerlukan orang yang congkak (ay. 6); sebab masalah tinggi mulia dan terpandang bukan ukuran untuk-Nya. Yang diperlukan adalah kerendahan, kemauan untuk menganggap tak apa-apa dihadapan Tuhan. Dan Sdr. tahu implementasinya hidup bersama sesama, apa yang kau ingin orang lain perbuat bagimu perbuatlah demikian kepada mereka, kata kaidah emas (Matius 7, 12). Jadi ingin mendapat “tempat” di pandangan Tuhan kita harus dulu memuliakan Dia dengan menghormati, menghargai dan menganggap sesama berarti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s