Na mangkirim do rohangku tu Debata, mulak mangolu sogot angka na tigor dohot angka na geduk, songon na hinirim ni rohanasida pe; Ulaon 24, 15

Pasca kebangkitan Kristus orang-orang di Yerusalem dan sekitarnya mendapat pemberitaan dari para raul dan orang percaya tentang peristiwa itu. Hal itu membangkitkan semangat mereka akan sebuah kenyataan yang membahagiakan, mengharkan dan sangat dinanti semua orang, bahwa ada kebangkitan setelah kematian. Jadi tentang kehidupan setelah kematian ini berlaku untuk semua orang, mereka yang percaya dan yang belum percaya.
Pernyataan Paulus dihadapan Felix, seorang petinggi yang tidak percaya untuk mengembangkan semangat misi kristen, memberitakan kebangkitan Kristus kepada semua orang. Pembelaan tentang kiprahnya di Yerusalem ini dihadapan semua orang, hendak meyakinkan bahwa seharusnya setiap orang mendapat keselamatan dari Tuhan yaitu kehidupan selama-lamanya.
Di kebanyakan istilah dewasa ini, disebutlah inklusif. Namun inklusifitas orang kristen juga berarti “eksklusifisme” didalam iman; mesti “fanatik” dalam beriman kepada Yesus, dengan tidak mencampurbaurkannya dengan kepercayaan kepada yang lain. Itulah kebangkitan Kristus. Kebangkitan keimanan kita semua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s