Holong Tama Marsak ?? Scrap Kotbah Minggu Quasimodogeniti : Yohanes 21, 15-9

Alkitab Batak Toba terjemahan baru menyalin kata “marsak” sebagai ekspresi Simon Petrus setelah Yesus sendiri menanyakan pertanyaan yang sama sampai tiga kali. “Apakah engkau mengasihi Aku??”, “Sayangkah kau pada diriku, lebih dari ini dan itu semua??”

Pantaslah tema ini menyeruak di minggu Quasimodogeniti, “seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan susu murni yang rohani; supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan” (1 Petr 2, 2). Pertanyaan yang sepertinya tak usah dijawab lagi. Atau, sudah tahu tapi bertanya pula. Ini fikiran Petrus saat pertama ia menjawab dengan lugas pertanyaan yang menurutnya kekanak-kanakan ini : Betul, sudah pasti Tuhan aku mengasihimu. Juga pada pertanyaan yang sama keduakali, tak pernah terbayang kedalaman pertanyaan sederhana itu. O, tentu Tuhan, tentu saja, jawabnya lagi.
Sampai Yesus bertanya untuk ketiga kali, maka ini seperti sembilu di ingatan Petrus. Pertanyaan yang seharusnya tak dipertanyakan itu sekarang membuatnya tertegun – sempat shock mungkin, kok Tuhan gitu sih – teringatlah dia, – atau kita diingatkan – pada penyangkalan Petrus yang juga tiga kali didepan rumah Kayafas. Saat itu, masih jelas di ingatannya bahwa mulutnya sendiri menyangkal bahwa dia salah satu murid dan sahabat Yesus. Sesaat sebelum ayam berkokok, sebelum dia sadar apa yang dikatakan Tuhan sebelumnya sekarang sudah terjadi. Sudahlah! Ingatan itu sebenarnya mencabik-cabik perasaannya. Tak tertahankan malunya dia sekarang, gusar hatinya mengingat peristiwa itu. Akankah Tuhan menghukumnya sekarang? Curigakah Tuhan bahwa dia akan mengulanginya kemudian hari, menyangkali Tuhannya? Diendapkannya perasaannya atas pertanyaan “kasih” Tuhan itu. Baiklah Tuhan. Baiklah, dia sudah bertekad sekarang didalam hatinya bahwa dia harus menjadi Petrus yang diinginkan Tuhan. Menjadi karang yang teguh meski banyak badai dan rintangan nantinya. Menjadi hamba Tuhan Yesus meneruskan berita tentang pekerjaan dan keselamatan itu. Terbayang olehnya kesusahan itu, berikut semua ketidakpantasannya karena ulahnya di waktu lalu. Karena itulah, sesaat sebelum menjawabnya pertanyaan itu menggetarkan hatinya. Tumpahlah perasaannya, maka “sedih hati Petrus.. ” Tapi “marsak” bukan susah tanpa alasan, gundah tanpa sebab. “Marsak” menggambarkan kegalauan hati tentang masa lalunya, bahwa mulai sekarang dia harus menghidupi pengampunan dari Tuhan. Juga “marsak” karena terbayang olehnya tugas seorang murid yang sangat berat itu, yang harus dikuatirkannya tentang perjalanannya kemudian hari sampai akhir hidupnya. Itu mendorong dia memberi jawab, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu…” (ay 17b).

Mungkin “marsak”, sedih dan galau terkadang diperlukan mengingat akan tugas-tugas yang harus kita laksanakan. Seorang ayah patut sedih dan galau hatinya karena mengingat tugasnya sebagai imam di keluarga. Apakah aku sudah patut menjadi teladan bagi anggota keluarga? Si anak juga hendaknya mengingat apakah memang sudah sepatutnya berlaku kepada ortu. Celakalah aku, kalau tidak ada perasaan bersalah kalau melalaikan tugas. Patut “marsak” karena mengingat dan atau “menyangsikan” diri, itu perlu guna mempersiapkan segala sesuatu. Mungkin itu lebih baik.

Tapi mengapa Yesus menanayakan hal-hal “sepele” ini, fikir orang? Tentang mengasihi. Hal mengasihi Tuhan, tentu saja, Tuhan. Tentu saja aku mengasihi-Mu. Sudah pasti. Akh, tapi apa iya!? Bukankah Tuhan sebaiknya memberikan petunjuk-petunjuk pamungkas kepada para murid sekarang. Misalnya, tentang memberitakan Injil, tentang mengusir setan-setan atau aturan-aturan dalam jemaat nantinya. Sebentar lagi ia akan pergi ke sorga, meninggalkan para murid. Ternyata tidak. Pertanyaan itu menjadi penting, kalau bukan paling penting. Karena untuk apa ratusan kali sudah berkotbah dan melayani Tuhan, kalau dalam hati tidak mengasihi Tuhan. Tentang mengasihi Tuhan ibarat alas dari semua yang sudah diwariskan-Nya kepada manusia : pekerjaan, keluarga, status sosial, dlsb. semuanya harus dikerjakan beralas pada kasih akan Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s